Rabu, 17 April 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWali Kota Eri Beri 2 Pilihan ke Warga Surabaya, Pilih Macet atau...

    Wali Kota Eri Beri 2 Pilihan ke Warga Surabaya, Pilih Macet atau Banjir

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Statemen mengejutkan dari Wali Kota Eri Cahyadi. Ia memberikan dua pilihan kepada warga Surabaya. Yakni, apakah memilih banjir atau kemacetan.

    Dua pilihan tersebut disampaikan Eri Cahyadi menyusul adanya pertanyaan terkait proyek saluran atau pemasangan box culvert di 55 titik yang dikerjakan pada siang hari dan menyebabkan kemacetan.

    Saat ini, Pemkot Surabaya tengah ngebut untuk menyelesaikan proyek saluran. Sebab, pekerjaan 55 titik saluran itu ditarget selesai November 2022.

    Sejatinya, pengerjaan proyek lebih banyak dilakukan pada malam. Karena Surabaya sudah mulai diguyur hujan, Eri lantas memerintahkan kepada anak buahnya agar mengerjakan proyek di siang dan malam.

    “Rata-rata pengerjaannya malam, kalau musim hujan seperti ini berarti tidak bisa dikerjakan malam, harus siang. Masyarakat bertanya, kenapa harus dikerjakan siang? (menimbulkan) macet. Nah, pilih macet atau banjir? Kalau tidak dikerjakan nanti banjir, macet saat siang ini kan hanya beberapa waktu dan tidak selamanya,” katanya.

    Baca juga :  Khofifah Ungkap 1.396 Tempat Wisata Di Jatim yang Bisa Dikunjungi 

    Untuk itu, lanjut Eri, Pemkot Surabaya akan terus melakukan pengerjaan saluran secara bersamaan meski hujan mengguyur Kota Pahlawan. Karena, target penyelesaian pengerjaan saluran harus selesai pada bulan November 2022.

    “Tidak mundur, pekerjaan ini akan tetap kita lakukan. Target kita bulan November 2022 selesai, tapi hujannya sudah maju (turun). Tapi, beberapa tempat sudah terpasang box culvertnya, hanya (penyelesaian) yang atas belum,” ujarnya.

    Beberapa box culvert yang telah terpasang, kata Eri, sudah mampu menghalau debit air yang biasa menimbulkan banjir. Seperti di kawasan Jalan Babatan 1 dan kawasan Jalan Gadel Kota Surabaya.

    “Alhamdulillah, laporan dari LPMK dan warga di kawasan Jalan Babatan 1, sudah tidak banjir. Warga di kawasan Jalan Gadel tadi juga melaporkan hal yang sama,” ujarnya, Selasa (4/10/2022).

    Baca juga :  PT Pegadaian Area Surabaya 1 Bagikan Bingkisan Lebaran Kepada Pengurus Bank Sampah Binaan

    Dulu, jelas Eri, selama 12 tahun, kawasan Jalan Babatan 1 dan kawasan Jalan Gadel, kalau hujan pasti banjir. Sekarang, setelah terpasang box culvert, derasnya debit air bisa tertahan dan tidak menimbulkan banjir yang biasa menggenangi pemukiman warga sekitar.

    “Pada waktu hujan itu alirannya (debut air) deras, tapi tidak sampai masuk rumah. Karena itu, saya minta kepada lurah, camat, RT/RW, LPMK di Surabaya untuk melakukan pemantauan di wilayahnya masing-masing, jika terjadi banjir bisa segera melaporkan,” ujarnya.

    Melalui laporan tersebut, ia bisa mengetahui proses pengerjaan saluran di setiap 55 titik di Kota Surabaya. Karena itu, untuk mempercepat pengerjaan saluran, pihaknya melakukan penambahan pekerja dan alat. Serta, pengerjaan saluran yang dilakukan bersamaan, juga dikebut dan dilakukan pada siang dan malam hari. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan