Rabu, 30 November 2022
27.2 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWali Kota Eri Minta Pekerjaan Proyek Saluran di 55 Titik Dikebut

    Wali Kota Eri Minta Pekerjaan Proyek Saluran di 55 Titik Dikebut

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Wali Kota Eri Cahyadi meminta pekerjaan proyek saluran dan sudetan dikebut, agar cepat selesai. Pemkot Surabaya menargetkan, proyek di 55 titik tersebut sudah tuntas di bulan November 2022.

    Sebelumnya, Eri Cahyadi sempat sidak ke sejumlah titik proyek. Antaranya di A Yani, dan Jambangan. Menurutnya, ketika saluran itu hanya dikerjakan pada malam hari saja, tidak akan efektif.

    “Iki mangkrak ngene didelok uwong ora pantes (kalau mangkrak begini dilihat orang tidak pantas). Ngerjakan kok nunggu malam, nggak masuk akal,” tegasnya, Sabtu (30/9/2022).

    Eri mengaku tidak ingin pekerjaan saluran dilakukan setengah – setengah. Ketika dilakukan pengerukan saluran, ia meminta agar segera dipasang box culvert kemudian ditutup kembali secara berurutan agar jalan bisa digunakan sebagian oleh warga.

    Menurutnya, ketika pekerjaan saluran masih menggunakan cara lama tidak akan segera rampung. Selain itu, dia juga meminta kepada camat dan lurah untuk memberikan pengertian dan sosialisasi kepada warga ketika ada pengerjaan saluran.

    “Metode zaman lawas kok digawe ae (metode lama kok masih dipakai). Habis dikeruk, ditutup, setelah itu beberapa meter lagi kayak gitu. Jangan sampai belum ditutup, terus mengeruk yang di sana,” tandasnya.

    Selain itu, Eri juga menjelaskan mengapa Pemkot Surabaya mengerjakan proyek saluran di 55 titik secara bersamaan di sejumlah kawasan Kota Surabaya.

    Eri beralasan, dia dilantik menjadi Wali Kota Surabaya pada bulan Februari 2021, sedangkan anggaran di Pemkot Surabaya sudah disahkan pada bulan November tahun 2020.

    Baca juga :  Gratis Air PDAM untuk Warga Kurang Mampu di Surabaya, Syaratnya

    “Secara otomatis, di tahun 2021 saya tidak membuat anggaran, sehingga ketika terjadi permasalahan, termasuk genangan, saya pun tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa merelokasi dan melakukan penyedotan genangan biar cepat surut,” alasannya.

    Makanya, lanjut Eri, di tahun 2022 dilakukan pengerjaan saluran secara masif di semua tempat yang masih terdapat genangan air di musim hujan tahun lalu. Terbukti, saat ini bisa dilihat dari ujung Surabaya, baik ujung Surabaya timur hingga barat, dan utara hingga selatan banyak pembangunan box culvert.

    “Karena kita harus mengcrossingkan dan mengoneksikan antara saluran yang satu dengan yang lainnya. Insya Allah dan saya yakin ini akan jauh bisa mengurangi genangan di Kota Surabaya. Tempat-tempat yang biasanya ada genangan insya Allah akan berkurang,” katanya.

    Ia juga menyebutkan bahwa di daerahnya Ketintang Madya, sudah puluhan tahun selalu banjir hingga selutut kalau hujan lebat. Berharap, dengan pengerjaan saluran tahun ini, genangan-genangan itu tidak terjadi lagi di daerahnya dan daerah lainnya di Kota Surabaya.

    “Semoga tidak ada lagi genangan di Ketintang Madya, tidak ada lagi banjir di Gayungsari, dan tempat-tempat lainnya. Semoga itu bisa terwujud di tahun ini,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya Lilik Arijanto memastikan bahwa pengerjaan penanganan genangan tahun ini dilakukan di berbagai titik di Kota Surabaya. Namun, lebih fokusnya berada di dua tempat, yaitu di pusat kota dan juga di Surabaya selatan.

    Baca juga :  Berkas Administrasi Lengkap, Pendaftar PPK Segera Serahkan Ke Kantor KPU Surabaya

    “Kita fokus di pusat kota karena terpantau di awal tahun, ketika hujan posisi genangan di pusat kota cukup tinggi. Selain itu, kegiatan ekonomi di pusat kota ini sangat padat. Kita ingin menyelesaikan semua ini, sehingga konsentrasi pekerjaan kita banyak di pusat kota. Kemudian kenapa kita pilih di wilayah Surabaya selatan, karena wilayah selatan itu wilayah cathment area yang saluran-saluran pembuangannya itu terpanjang di Surabaya,” kata Lilik.

    Menurutnya, sebelum paket pengerjaan ini dilakukan, saluran pembuangan di pusat kota itu hanya menggunakan saluran-saluran yang melalui brandgang-brandgang yang ada di wilayah pusat kota. Brandgang ini merupakan saluran peninggalan Belanda dulu, sehingga kapasitas saluran ini sudah tidak cukup lagi untuk menampung hujan saat ini.

    “Makanya, kita harus bikin terobosan baru untuk membuat saluran yang mengarah ke pembuangan terdekat di pusat kota ini, sehingga kita bikin trase-trase yang berbeda, dan ini tentunya akan mengakibatkan crosing-crosing di banyak jalan di seluruh Kota Surabaya,” katanya.

    Ia juga menjelaskan alasannya melakukan pengerjaan saluran bersamaan saat ini. Sebab, sekarang ini musim kemarau. Menurutnya, pembangunan saluran di Surabaya itu selalu bersinggungan dengan saluran lama yang masih aktif. Apabila dilakukan pada musim hujan, tentu pembangunan saluran itu akan terhambat dengan aliran air, sehingga dia bersama timnya sangat konsentrasi di musim panas ini.

    Baca juga :  Wali Kota Eri Cahyadi Dukung Peremajaan Pipa PDAM

    “Di beberapa bulan terakhir ini, kita harus cepat untuk melakukan pekerjaan bersamaan, sehingga mengakibatkan banyak galian, banyak pemasangan crosing, banyak penempatan box culvert di pinggir jalan, dan terkadang juga mengganggu arus lalu lintas, karena memang tempat dan waktu kita terbatas. Kami mohon maaf untuk itu kepada warga Surabaya,” ujarnya.

    Lilik memastikan bahwa di waktu yang singkat ini, pihaknya ingin mempercepat pekerjaan ini, sehingga saluran yang diinginkan bisa segera direalisasikan dan bisa menampung hujan di masa mendatang.

    Lilik meminta kerja sama warga Kota Surabaya. Salah satunya, dia mengaku membutuhkan informasi-informasi tentang kondisi genangan di Kota Surabaya. Sebab, ketika hujan turun, kondisi saluran itu banyak yang mempengaruhi, mulai dari sampah hingga hambatan lainnya.

    “Nah, informasi yang cepat dari masyarakat sangat kita butuhkan untuk melakukan penanganan di lapangan,” katanya.

    Ia juga berharap masyarakat bisa melihat bahwa kebutuhan saluran untuk pembuangan air sangat dibutuhkan untuk masyarakat lainnya. Makanya, ia meminta masyarakat tidak berpikir untuk diri sendiri. Artinya, jangan menutup badan saluran, jangan membuang sampah di saluran, dan jangan melakukan sesuatu yang menyebabkan penyempitan saluran, sehingga saluran yang lebar menjadi sempit.

    “Tolong semua itu ditinggalkan. Sekali lagi kami mohon maaf apabila akhir-akhir ini lalu lintas di Surabaya agak sedikit terganggu karena adanya pengerjaan proyek bersamaan ini,” tukasnya. (*)

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan