Selasa, 29 November 2022
32 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriBelasan Oknum Perguruan Silat di Kediri Ditetapkan Tersangka Pengeroyokan

    Belasan Oknum Perguruan Silat di Kediri Ditetapkan Tersangka Pengeroyokan

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Polres Kediri berhasil menangkap belasan oknum pendekar dari sejumlah perguruan pencak silat, Selasa (27/9/2022). Mereka tersandung kasus terkait peristiwa pengeroyokan antar anggota perguruan pencak silat. Dengan motif balas dendam, dua diantaranya masih dibawah umur.

    Kepala Satreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra, mengatakan kejadian tersebut melibatkan korban dan pelaku berasal dari berbagai oknum organisasi perguruan silat Pagarnusa, IKSPI, dan PSHT. Total 12 pelaku ditetapkan sebagai tersangka, 4 dari masing-masing pelaku diketahui masih berusia dibawah umur. “Dari situ secara keseluruhan kita menetapkan ada 12 tersangka, 4 diantaranya anak-anak dan 11 diantaranya pelaku dewasa,” kata AKP Rizkika.

    Menurutnya kronologi kejadian bermula dari, Sabtu (17/9) lalu, saat perayaan pesta rakyat di selatan wilayah Kediri. Terjadi konvoi diikuti oleh kelompok Ligas (Lingkungan Ganas) beranggotakan berbagai perguruan silat.  Saat terjadi konvoi, terjadi adanya laporan pengeroyokan kepada salah satu anggota perguruan silat IKSPI. Dan Polres Kediri berhasil mengungkap pelaku pengeroyokan tersebut.

    Baca juga :  Banteng Charity Tingkatkan Motivasi Guru dan Pelajar di Kabupaten Kediri

    Lanjut AKP Rizkika, diduga karena dari kelompok perguruan silat tersebut, merasa butuh keadilan terkait ikatan persaudaraan. Selanjutnya terjadilah sweping kepada anggota perguruan silat yang diduga dari pelaku. Hingga terjadi, Senin (19/9), pembacokan yang melibatkan oknum anggota perguruan silat IKSPI. “Kita juga berhasil melakukan pengungkapan kejadian tersebut,” terangnya.

    Lebih lanjut AKP Rizkika mengutarakan, pada hari Minggu (25/9), di wilayah Kras saat usai gelaran pesta rakyat sekitar jam 04.00 subuh, terjadi lagi perkara korban dari anggota perguruan silat Pagarnusa, dari ulah oknum pelaku PSHT. “Dari hasil pengungkapan ini, total ada 5 kasus kejadian saling berkaitan. Sehingga kasus ini melibatkan dari beberapa kelompok perguruan silat, baik dari pihak korban maupun pelaku,” urainya.

    Baca juga :  Kabupaten Kediri Tuan Rumah Banteng Fondo Ride, Bersepeda Sekaligus Berziarah Makam Proklamator

    Terakhir AKP Rizkika menambahkan, namun di hasil pengungkapan 5 TKP tersebut, masih ada sejumlah pelaku yang masih dalam pengejaran. “Ini kejadian beriringan terjadi di Kabupaten Kediri, Satreskrim  Polres Kediri dapat mengungkap seluruh pelaku. Namun dari seluruh perkara ini ada 3 orang yang masih jadi DPO,” ungkapnya. (Abi).

     

    Reporter : Moch. Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan