Rabu, 30 November 2022
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPasar Penjaringansari Besolek dengan Konsep Baru

    Pasar Penjaringansari Besolek dengan Konsep Baru

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pasar Penjaringansari telah bersolek dengan konsep baru. Berbeda dengan pasar yang ada saat ini. Setelah direnovasi total, pasar yang dulunya dikenal sebagai pasar basah ini sudah menjadi pasar kering dengan nama Pasar Wisata Penjaringansari.

    Lokasi pasar wisata ini, berada di Jalan Raya Pandugo, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Sudah diresmikan Minggu (25/9/2022) oleh Wali Kota Eri Cahyadi. “Alhamdulillah, pasarnya sudah rampung dan bisa diresmikan.

    “Ini sebenarnya pasar basah, tapi kita jadikan pasar kering, sehingga mereka bisa berjualan dan kita tunjukkan bahwa kita bisa. Biar pelanggan yang datang ke sini juga merasa nyaman,” kata Eri, Senin (26/9/2022).

    Ia juga menjelaskan, bahwa konsep pasar ini digabungkan dengan konsep UMKM yang juga bisa berjualan di tempat tersebut. Sehingga, ada yang berjualan jajanan pasar, makanan dan produk UMKM lainnya.

    Baca juga :  Hadirkan Gus Azmi dan Cak Fandy, Jamaah Stikosa-AWS Ber-Sholawat Membludak

    Tak hanya itu, di depan pasar juga disediakan lapangan untuk bermain basket dan lainnya. Dengan begitu, setelah main basket, mereka juga bisa langsung nongkrong di pasar tersebut.

    “Inilah yang kita lakukan dan akan terus kita kembangkan dan terapkan di pasar-pasar lainnya. Memang tidak semua tempat memiliki karakteristik yang sama dengan pasar di daerah ini, tapi nanti kalau ada yang sama karakteristiknya dengan di sini, bisa menerapkan konsep ini juga,” ujarnya.

    Eri pun berharap, setelah diresmikan, Pasar Wisata Penjaringansari ini bisa menjadi berkah dan bisa mengembangkan dan membangkitkan perekonomian warga sekitarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya Fauzie Mustaqim Yos mengatakan bahwa Pasar Penjaringansari merupakan pasar basah yang sejak tahun 2017 belum dapat beroperasi secara maksimal sehingga membutuhkan intervensi khusus. Karena itu, untuk mengoptimalkan kegiatan usaha di pasar Penjaringansari, maka Pemkot Surabaya merubah konsep.

    Baca juga :  Dirut PDAM: Penyesuaian Tarif Tidak Memberatkan Warga Surabaya

    “Pasar yang sebelumnya hanya sebuah pasar basah, kini menjadi pasar yang menawarkan komoditas serta suasana lebih unik sesuai dengan potensi lokal di sekitar wilayah Penjaringansari. Ini penting untuk memperluas segmen dan target Pasar Penjaringansari, sekaligus untuk merubah stigma Pasar Penjaringansari menjadi sebuah tempat yang menyenangkan untuk berbelanja kebutuhan pokok dan berkumpul bersama teman,” katanya.

    Menurutnya, Pasar Penjaringansari kini mampu mengakomodir 44 Pedagang, dimana 15 orang diantaranya adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pasar baru ini akan beroperasi dalam 2 (dua) shift, yaitu pukul 04.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB serta pukul 15.00 WIB sampai dengan 04.00 WIB.

    Adapun komoditas yang ditawarkan kepada pengunjung adalah komoditas segar yang terdiri dari 8 orang pedagang yang menjual sayuran, ikan, ayam dan sembako. Selain itu, komoditas olahan yang terdiri dari 36  orang pedagang yang menjual kue, makanan, minuman dan angkringan.

    Baca juga :  Berkas Administrasi Lengkap, Pendaftar PPK Segera Serahkan Ke Kantor KPU Surabaya

    “Dengan beroperasinya Pasar Penjaringansari secara optimal, kami berharap dapat mempercepat berputaran ekonomi pedagang serta diharapkan memberikan kontribusi nyata pada pengentasan kemiskinan di Kota Surabaya,” katanya. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan