Minggu, 21 Juli 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoMonumen Garuda Pancasila Trowulan, Menggugah Semangat NKRI

    Monumen Garuda Pancasila Trowulan, Menggugah Semangat NKRI

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak menilai, nama Trowulan bukan hanya sebuah daerah kecamatan di Mojokerto, Jawa Timur. Namun ada sebuah nilai sejarah yang luar biasa di Trowulan yakni sebuah negara besar dalam bentuk Kerajaan Mahapahit.

    Baginya, di Trowulan inilah berdiri gagah kerajaan yang menyatukan Nusantara.

    “Di sini (Trowulan) sebuah tempat yang pernah lahir sebuah negara besar, yakni Majapahit yang mempersatukan Nusantara,” ungkap Politisi Golkar ini saat di wawancarai awak media di Pondok Segoro Agung Trowulan, Jumat (23/9/2022).

    Menurutnya sampai saat ini belum ada tetenger (pertanda) monumen yang mengingat akan sebuah nilai kebesaran kerajaan Majapahit.

    “Kita mencoba mereview kembali perjalanan sejarah kebangsaan yang dimulai Majapahit. Bagaimana Majapahit menjadi kunci utama bersatunya negara,” ucap Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim tersebut.

    Baca juga :  Lampaui Target:  Pajak Daerah Kota Mojokerto Capai Rp 51,9 Miliar 

    Monumen Garuda Pancasila Trowulan, Menggugah Semangat NKRI

    Pria berdarah batak kelahiran Surabaya ini mengapresiasi apa yang dilakukan KH Agung Bimo Agus Sunarno dengan membangun monumen Garuda Pancasila.

    Menurut Anggota DPRD tiga periode ini, membangun monumen mengingatkan Indonesia akan sebuah nilai kebangsaan yang menggugah semangat patriotisme.

    “Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Kiai Bimo, ini hal positif yang perlu didukung bersama. Karena sebuah monumen akan mengingatkan dan menggugah semangat nasionalisme kita,” terangnya.

    Walaupun sempat mengalami kontroversi dalam pembangunan monumen Garuda Pancasila ini. Namun langkah cepat untuk memperbaiki kepala Garuda sehingga menghadap ke sebelah kanan.

    “Saat ini kan sudah menghadap ke sebelah kanan. Namun yang perlu kita angkat adalah semangat beliau untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tandasnya.

    Baca juga :  Lampaui Target:  Pajak Daerah Kota Mojokerto Capai Rp 51,9 Miliar 

    Sementara itu, KH Agung Bimo Agus Sunarno mengungkapkan Monumen Garuda Pancasila di Trowulan tak hanya membangun sebuah monumen. Namun memvisualisasikan nilai-nilai Pancasila untuk menggugah semangat nasionalisme.

    “Monumen Garuda Pancasila bukan hanya sebuah bentuk bangunan, namun sebuah nilai sejarah akan lahirnya sebuah bangsa besar,” ungkap Kiai Bimo.

    Ia hanya ingin memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Monumen Garuda Pancasila ini bentuk sumbangsih dari pesantren kepada bangsa dan negara. “Ini adalah bentuk cinta kasih kami kepada negara,” terangnya.

    Pihaknya tidak ada niatan mencederai atau merubah lambang negara. Namun ia berkeinginan untuk mengangkat sebuah sejarah yakni lahirnya nilai pancasila dari tanah Majapahit. Selain itu, dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular, tertulis juga adanya toleransi kehidupan beragama, khususnya agama Budha dan Hindu di zaman tersebut.

    Baca juga :  Lampaui Target:  Pajak Daerah Kota Mojokerto Capai Rp 51,9 Miliar 

    “Istilah Pancasila sebenarnya telah dikenal sejak zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit,” tandasnya. (sr/min)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan