Rabu, 28 September 2022
29 C
Surabaya
More
    HukrimDitetapkan Tersangka, Hakim Agung Sudrajad Dimyati Diburu KPK

    Ditetapkan Tersangka, Hakim Agung Sudrajad Dimyati Diburu KPK

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  menetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati sebagai salah satu tersangka perkara dugaan suap di lingkungan Mahkamah Agung (MA) yang disebut sebesar Rp 800 juta. Operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap itu dilakukan di Semarang, Jawa Tengah, dan Jakarta. Dalam perkara itu KPK menetapkan 10 tersangka.

    Ketua KPK Firli Bahuri menyebut Sudrajad Dimyati menerima duit tersebut melalui Elly Tri Pangestu (ETP). Elly merupakan Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung. Panitera Pengganti Mahkamah Agung Elly Tri Pangestu dan Desy Yustria selaku pegawai negeri sipil (PNS) pada Kepaniteraan MA yang dibekuk dalam OTT ditahan di rumah tahanan (Rutan) KPK di Gedung Merah Putih. Kemudian, Muhajir Habibie selaku PNS pada Kepaniteraan MA, lalu Yosep Parera dan Eko Suparno sebagai pengacara, ditahan di Polres Metro Jakarta Pusat.

    Baca juga :  Paket Diduga Bom Meledak di Aspol Grogol Indah Sukoharjo, Seorang Polisi Terluka

    Lalu, seorang PNS di MA, Albasri, yang ditangkap dalam OTT KPK ditahan di Polres Metro Jakarta Timur. Sedangkan Sudrajad, PNS di MA bernama Redi, serta Heryanto dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto selaku Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID belum ditahan. Firli meminta empat tersangka yang belum ditahan, termasuk Sudrajad, agar bersikap kooperatif memenuhi panggilan penyidik.

    Dia menyatakan, KPK akan memburu hingga menangkap para tersangka jika mangkir. “Pasti kalau tidak (kooperatif) kita akan melakukan pencarian dan kita akan melakukan penangkapan,” kata Firli dalam jumpa pers di KPK, Jakarta, Jumat (23/9/2022). KPK turut meminta Redi (RD) selaku PNS Mahkamah Agung; Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS) selaku Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana; Tanaka selaku Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana agar kooperatif. Firli menyebut KPK bakal mengirimkan surat panggilan kepada keempatnya.

    Baca juga :  Ditahan KPK, MA Berhentikan Sementara Hakim Agung Sudrajad Dimyati

    Seperti diketahui, Sudrajat pernah diterpa isu suap di toilet DPR . Isu miring itu terjadi ketika menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon hakim agung di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 2013 silam. Ketika itu Sudrajad masih menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pontianak, Kalimantan Barat.

    Di luar itu, Sudrajad Dimyati diketahui memiliki total harta kekayaan senilai Rp 10.777.383.297. Harta kekayaan itu terdiri dari berbagai jenis berupa Tanah dan Bangunan, Alat Transportasi dan Mesin, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas.

    Dari keempat jenis harta kekayaan tersebut, Alat Transportasi dan Mesin bukanlah yang nilainya paling besar. Sudrajad hanya melaporkan memiliki satu mobil dan satu motor. Mobilnya adalah MPV Honda lansiran 2017 yang diperoleh dari hasil sendiri. Mobil itu ditaksir memiliki nilai Rp 200.000.000. Kemudian untuk motor adalah Honda Vario tahun 2011. Skuter matic itu juga merupakan hasil sendiri dan ditaksir punya nilai Rp 9.000.000. Bila ditotal, motor dan mobil kepunyaan Sudrajad bernilai Rp 209.000.000.

    Baca juga :  Paket Diduga Bom Meledak di Aspol Grogol Indah Sukoharjo, Seorang Polisi Terluka

    Sedangkan untuk harta dengan nilai terbesar ada pada kas dan setara kas, totalnya yakni Rp 8.072.587.297. Kemudian delapan tanah dan bangunan yang dimiliki bernilai Rp 2.455.796.000. Terakhir ada harta bergerak lainnya senilai Rp 40.000.000. (sr)

     

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan