Senin, 28 November 2022
29 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanDari Sarasehan Politik ARCI, M. Sarmuji Ingatkan Khofifah

    Dari Sarasehan Politik ARCI, M. Sarmuji Ingatkan Khofifah

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur HM Sarmuji meminta agar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa selaku incumbent untuk tetap memperhatikan betul hasil survei dari ARCI dan beberapa lembaga survei lainnya tentang calon Gubernur Jatim periode mendatang. Karena ternyata hasil survei yang dilakukan mereka keberadaan elektabilitas incumbent masih dibawah 40 atau 50 persen.

    Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Vl DPR RI  M. Sarmuji sebagai narasumber pada Sarasehan dengan tema Mencari Pemimpin Jawa Timur yang digelar di Hotel Elmi Surabaya, Jumat (23/9/2022).

    “Sebagai partai pendukung Khofifah yang berhasil ikut membawa Khofifah sebagai Gubernur Jatim periode ini. Wajar jika kita menyampaikan ini, karena kita memberikan warning sekaligus pembelaan,” ujarnya.

    Baca juga :  Vaksinasi Booster Dosis ke-2 Bagi Lansia Terus Dimaksimalkan

    Menurut Sarmuji, permintaan agar Khofifah untuk mencermati hasil survei ARCI (Accurat Research And Consulting Indonesia) dan lembaga survei lain yang hanya menempatkan Khofifah dengan elektabilitas di bawah 40 atau 50 persen, alasannya karena saat ini nama Khofifah di mata masyarakat sedang bertransformasi dari Ibu Gubernur Jatim menjadi salah satu kandidat Capres atau Cawapres yang sering disebut.

    Dari Sarasehan Politik ARCI, M. Sarmuji Ingatkan Khofifah

    Sehingga wajar jika kemudian muncul hasil survei yang menempatkan elektabilitasnya kurang mendominasi. Sedangkan alasan kedua, Khofifah selama ini memang memiliki jaringan pendukung khas muslimat.

    “Kita semua tahu jika karakter kaum muslimat itu sebagai jaringan diam. Ibarat listrik, jika belum dipencet tidak akan menyala. Jaringan muslimat ini pada saatnya akan bisa membuktikan,” ungkapnya.

    Baca juga :  Forkompanda Bentuk Komitmen Tingkatkan SDM Aparatur Jatim

    “Syukur-syukur jika Bu Khofifah bisa maju dalam kontestasi nasional. Dan ini sangat mungkin. Menurut pendapat pribadi saya, seperti Gerindra meskipun sudah berkoalisi dengan PKB, tetap jika disuruh memilih, saya yakin Prabowo akan memilih Khofifah sebagai pendampingnya.

    Demikian juga Anis Baswedan jika ada partai yang mendukungnya, dia akan melihat Khofifah. Juga Airlangga Hartarto dan Ganjar Pranowo bakal tertarik dengan Khofifah,” tambah Sarmuji.

    Sarmuji menilai saat ini semua partai belum berfikir serius untuk menggalang calon Gubernur Jatim periode mendatang. Karena energi mereka masih terserap dengan kesiapan menyongsong Pemilu dan Capres-Cawapres 2024 mendatang.

    Hal itu juga terjadi pada partai Golkar yang saat ini berjuang untuk mencalonkan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden. “Kami belum berfikir ke arah pemilihan Gubernur Jatim. Karena kami masih berjuang untuk Airlangga sebagai Calon Presiden,” ungkap Sarmuji yang juga anggota DPR RI ini.

    Baca juga :  Forkompanda Bentuk Komitmen Tingkatkan SDM Aparatur Jatim

    Bila nanti sudah waktunya, pasti akan mempengaruhi peningkatan elektabilitas calon Gubernur. Jika ada nama yang elektabilitasnya naik pasti ada juga yang turun. Tetapi, yang patut diperhatikan, ketika Karsa bersaing dalam pemilihan Gubernur periode lalu, nama elektabilitas Karsa pada Juni 2013 yang berarti setahun sebelum pemilihan, mencapai 60 persen.

    Karena itu, Sarmuji mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara diskusi mencari Pemimpin Jawa Timur periode mendatang. Di saat orang masih berfikir tentang capres, masih ada isu lokal yang patut diperhatikan seperti kandidat Gubernur Jatim mendatang. (*)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan