Selasa, 23 Juli 2024
23 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaAntisipasi Banjir, Pemkot Surabaya Bangun 55 Crossing, Target Tuntas November 2022

    Antisipasi Banjir, Pemkot Surabaya Bangun 55 Crossing, Target Tuntas November 2022

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Mengantisipasi banjir di musim hujan, Pemkot Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) membangun 55 titik crossing (sudetan). Saat ini, proses pengerjaan crossing telah 60 persen, dan diterget tuntas pada November 2022.

    Sekretaris DSDABM Kota Surabaya, Dwi Djajawardana mengatakan, pengerjaan crossing di 55 titik itu bertujuan untuk mengurangi beban saluran agar tidak lagi terjadi genangan ketika musim hujan.

    Salah satu crossing yang saat ini sedang proses pengerjaan adalah saluran tengah di Jalan Ahmad Yani. “Itu crossing-nya yang ada di tengah saluran Jalan Ahmad Yani, kita tujukan ke arah timur di rumah pompa Korem Surabaya. Kalau kita tidak melakukan crossing di rumah pompa Korem itu, yang bagian selatan Jalan Ahmad Yani akan menumpuk di saluran Kebon Agung dan Wonorejo,” kata Dwi, Kamis (23/9/2022).

    Supaya saluran yang ada di Kebon Agung yang menuju ke Rungkut, Wonorejo, tidak terlalu terbebani air, saluran tengah di Jalan Ahmad Yani juga dilakukan pengerukan lebih dalam 4 meter. Ketika terjadi genangan di wilayah Gayungan, Kebonsari, Ketintang, dan sekitarnya, air akan terpecah ke dua arah di Wonorejo dan rumah pompa Korem Surabaya.

    Baca juga :  Imigrasi Tanjung Perak Segera Membuka Imigrasi Lounge di Icon Mall Gresik

    “Jadi, nanti saluran yang ada di Kebon Agung menuju ke Wonorejo itu terbagi. Ketika crossing itu sudah jadi, secara otomatis air akan ditarik ke arah selatan, tepatnya di Mal City of Tomorrow, kemudian rumah pompa yang ada di Korem Surabaya menarik debit air tersebut,” jelasnya.

    Selain crossing di Jalan Ahmad Yani, DSDABM Surabaya juga sedang mengerjakan crossing di kawasan tengah kota. Salah satu crossing yang dikerjakan itu ada di saluran Jalan Embong Kenongo kemudian diarahkan menuju ke sungai Kalimas.

    Selain dibuatkan crossing di Jalan Embong Kenongo, DSDABM juga mengerjakan crossing tengah kota di Jalan Kenari. “Biar nggak terlalu numpuk di rumah pompa dekat Gedung Negara Grahadi atau Kenari. Maka dari itu, kami juga membuat crossing di Jalan Panglima Sudirman untuk ditujukan ke sungai Kalimas,” ujarnya.

    Baca juga :  Kisruh di PWI Pusat, Puluhan Wartawan Jatim Tuntut KLB

    Selain itu, jelas Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Eko Juli Prasetya, pengerjaan crossing diharapkan selesai dan difungsikan pada November 2022 mendatang. Agar crossing yang dibuat di 55 titik itu berfungsi baik, pengerjaannya dimuali dari hilir.

    “Itu (pengerjaan dari hilir) kami lakukan juga untuk mengantisipasi terjadinya perubahan cuaca dadakan, ketika dikerjakan di hilirnya otomatis di hulunya akan berjalan maksimal,” terangnya.

    Eko menyampaikan, diharapkan pengerjaan crossing di beberapa titik tersebut dapat mengurangi debit air ketika terjadi genangan di wilayah tertentu, terutama di tengah kota. Diperkirakan, setelah pembuatan crossing tersebut, genangan air akan berkurang 20 – 35 persen dari sebelumnya.

    “Karena harapan Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) kan dengan adanya crossing, genangan di tengah kota itu cepat surut dan berkurang 20 – 35 persen dari sebelumnya,” harapnya.

    Baca juga :  Survei Pilwali Surabaya 2024 ARCI: Eri Cahyadi Makin Kokoh, Bayu Airlangga Terus Mengejar

    Menurut Eko, crossing yang paling urgen saat ini dikerjakan ada di wilayah Jalan Srikana yang menuju ke rumah pompa Kalidami, kemudian Jalan Panglima Sudirman menuju ke Jalan Embong Kenongo dan crossing yang menuju ke arah rumah pompa Karah, Kecamatan Jambangan serta di Jalan Pahlawan.

    Selain membuat crossing, sambung Eko, DSDABM juga membuat 6 rumah pompa baru di kawasan Jalan Pahlawan, Jalan Alun – Alun Contong, dekat Sentra Wisata Kuliner (SWK) Jalan Karah, Jalan Kebonsari, Jalan Sawunggaling dan Jalan Gadukan.

    “Secara umum, pengerjaan crossing di beberapa titik tersebut tidak terlalu banyak kendala berarti. Mungkin hanya utilitas atau kendala material yang harus dibeli dari pabriknya langsung, kalau itu (material) datangnya cepat, otomatis pengerjaanya akan on time schedule,” tandasnya. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan