Rabu, 28 September 2022
28 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriDua Terdakwa Kasus Korupsi BPNT Kota Kediri Divonis Tipikor

    Dua Terdakwa Kasus Korupsi BPNT Kota Kediri Divonis Tipikor

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Kasus tindak pidana korupsi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kota Kediri tahun 2020, menemui titik akhir hukuman. Dua terdakwa masing-masing diberikan hukuman penjara dan denda, usai melakoni sidang putusan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (22/9/2022).

    Terdakwa, masing-masing Triyono Kutut Purwanto, mantan Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, dijatuhi hukuman kurungan penjara 6 tahun dan denda sebesar Rp 250.000.000.

    Kemudian terdakwa Sri Roro Dewi Sawitri, selaku Koordinator pendamping daerah DPM Kota Kediri, dijatuhi kurungan penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 200.000.000 berlokasi di Polres Kediri Kota. “Atas putusan tersebut baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPu) menyatakan pikir-pikir. Atau hak terdakwa selama 7 hari setelah putusan untuk menyatakan sikap mau menerima putusan atau menyatakan banding,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Novika.

    Baca juga :  Pesan Khusus Bupati Kediri Jelang Gelaran Pilkades Serentak

    Selama dalam surat putusan sidang, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Sebagaimana dakwaan kesatu primair pasal 12 (e) jo pasal 18 UU RI nomor 31 Thn 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 Thn 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

    Untuk diketahui, sebelumnya dua terdakwa dalam kasus korupsi BPNT berasal dari oknum Dinas Sosial (Dinsos) dan Koordinator pendamping daerah DPM Kota Kediri. Dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 1,4 miliar.

    Baca juga :  Mobil Vs Kereta Api di Kabupaten Kediri, Satu Orang Tewas

    Dinilai oleh pihak pengadilan keduanya telah terbukti melakukan perbuatan melanggar hukum tentang penyaluran BPNT tahun anggaran 2020-2021. Aksi modus dari oknum dari Dinas Sosial tersebut meminta sejumlah uang atau fee kepada suplayer yang menyalurkan kebutuhan bahan pokok berupa beras, telur, kacang dan sayur. Dengan total BNPT senilai Rp200 ribu per Kelompok Penerima Manfaat (KPM) melalui 34 E – Warung di Kota kediri. Kedua terdakwa bakal menjalani hukuman kurungan di Polres Kediri Kota. “Keduanya masih ditahan di Polres Kediri Kota,” ucap Kasat Intel Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Harry Rachmat.(Abi).

    Reporter : Moch. Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan

    Bupati Banyuwangi Buka Muskerda BAMAG Jatim

    Nama Sekda Kota Surabaya Dicatut Penipu

    Jangan Ada Dusta Solar Nelayan

    Pultra Delta Sidoarjo Dihajar Persewar 4-1