Selasa, 27 September 2022
28 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanPasien Kanker di Jatim Capai 86.000, Terbanyak Wanita

    Pasien Kanker di Jatim Capai 86.000, Terbanyak Wanita

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) -Arumi Bachsim, Pasien Kanker di Jatim Capai 86.000, Terbanyak Wanitamengajak segenap elemen masyarakat terutama kaum perempuan untuk bersama-sama berkomitmen dalam pencegahan dan penanggulangan kanker terutama kanker payudara.

    Caranya melalui peningkatan edukasi, deteksi dini, penatalaksanaan kasus yang tepat, disertai dengan pola hidup sehat.

    “Bila berbicara soal kanker, semua jenis kanker pasti menakutkan. Dan bagi kami kaum perempuan yang menjadi momok ada dua yakni kanker leher rahim dan kanker payudara. Untuk itu mari kita semua terus berkomitmen dalam pencegahan dan penanggulangan kanker sejak dini,” ajak Arumi saat menghadiri pembukaan Indonesian Issues on Breast Cancer ke-7 di Hotel Double Tree Surabaya, Sabtu.

    Kanker leher rahim dan kanker payudara mendominasi kasus kanker di Jatim. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar Tahun 2018, prevalensi kanker di Jatim adalah 2,2 per 1.000 penduduk.

    Baca juga :  Pasca Pertemuan Empat Mata, Peluang Gerindra Gabung KIB Makin Lebar

    Jika dikonversikan dengan jumlah penduduk Jatim, maka jumlah pasien kanker ada 86.000. Dan jumlah penderita perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Dimana perempuan sebanyak 3,5 per 1.000 penduduk, sedangkan laki-laki 0,8 per 1.000 penduduk.

    Dari jumlah penderita kanker leher rahim, didapatkan data bahwa perempuan usia 30-50 tahun yang melakukan pemeriksaan sebanyak 361.956 orang atau hanya 8,5 persen dari total sasaran yang ada.

    Arumi mengatakan, pencegahan dan penanggulangan kanker payudara dimulai dari penyampaian informasi tentang resiko dan cara menghindarinya. Yakni dengan memberikan edukasi tentang perilaku gaya hidup sehat, sampai dengan mempromosikan anti rokok atau menurunkan resiko terpaan asap rokok.

    “Perilaku ini merupakan pencegahan pertama yang dapat dilakukan. Untuk itu, TP PKK Provinsi Jatim, melalui kader-kader di dasa wisma, dapat mendukung melalui edukasi tisagaluh dengan terus memotivasi masyarakat melakukan perilaku hidup sehat, mengenalkan faktor risiko dan gejala, serta menggerakkan masyarakat untuk dapat melakukan deteksi dini ke pelayanan kesehatan teredekat,” jelasnya.

    Baca juga :  Diperlukan Satu Data Dalam Proses Pengambilan Kebijakan

    Pencegahan kedua adalah dengan deteksi dini melalui skrining dan penapisan. Deteksi dini dapat dilaksanakan kepada masyarakat yang sehat atau yang berisiko, maupun masyarakat yang sudah merasakan adanya gejala-gejala awal kanker.

    “Kita harus meningkatkan akses masyarakat kepada program – program deteksi dini yang ada melaui edukasi dan kampanye pemeriksaan secara massal. Program atau kegiatan deteksi dini yang dilakukan pada masyarakat hanya akan berhasil apabila kegiatannya dihubungkan dengan pengobatan yang adekuat, terjangkau, aman, dan mampu laksana,” terangnya.

    Lebih lanjut, Arumi mengatakan bahwa tujuan dari pengobatan adalah menyembuhkan, memperpanjang harapan hidup, dan meningkatkan kualitas hidup. Prioritas pengobatan harus ditujukan pada kanker dengan stadium awal dan yang lebih berpotensial untuk sembuh.

    Baca juga :  Dari Sarasehan Politik ARCI, M. Sarmuji Ingatkan Khofifah

    “Pengobatan ini harus dilakukan secara terpadu termasuk pendekatan psikososial, rehabilitasi dan terkoordinasi dengan pelayanan paliatif untuk memastikan peningkatan kualitas hidup pasien kanker.

    Hal ini juga menjadi tantangan kita bersama untuk terus memberikan pelayanan pengobatan yang berkualitas dan merata,” terangnya. (*)

    Reporter : Hidayati Firly

    Editor : Amin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan