Minggu, 21 Juli 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaAnak Kandung Jadikan Ibunya Pengemis, Padahal Sudah Berusia 101 Tahun

    Anak Kandung Jadikan Ibunya Pengemis, Padahal Sudah Berusia 101 Tahun

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Zaman semakin edan. Banyak anak yang tak lagi menghormati orang tuanya. Tragisnya lagi, seorang anak kandung di Kota Surabaya, rela menjadikan ibunya yang sudah tua renta menjadi pengemis. Padahal, sang ibu bernama Basiti, sudah berusia 101 tahun.

    Kasus ibu dijadikan pengemis itu, terjadi di kawasan Tambak Wedi Baru, Surabaya. Warga yang merasa kasihan terhadap si nenek, akhirnya melaporkan masalah tersebut ke Pemkot Surabaya, Jumat (16/9/2022).

    Mendapat laporan, Wali Kota Eri Cahyadi langsung memerintahkan Dinas Sosial (Dinsos) untuk mendatangi rumah si nenek di Tambak Wedi Baru 17/84, Surabaya, dan memberikan pendampingan terhadap anaknya.

    “Kita berusaha memberikan pengertian dan menyadarkan anaknya. Karena seyogyanya anak itu wajib membahagiakan orang tua. Bukan malah disuruh mengemis. Kami juga sudah memberikan dan pengertian terhadap anaknya,” kata Eri Cahyadi, Sabtu (17/9/2022).

    Baca juga :  Survei Pilwali Surabaya 2024 ARCI: Eri Cahyadi Makin Kokoh, Bayu Airlangga Terus Mengejar

    Sementara itu, Kepala Dinsos Surabaya, Anna Fajriatin menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendataan dan mengirim bantuan ke kediaman Basiti, nenek berusia 101 tahun yang disuruh mengemis oleh anaknya.

    Anna mengatakan, ia sudah berkoordinasi dengan kelurahan setempat untuk memastikan bahwa nenek Basiti telah mendapatkan permakanan dari Pemkot Surabaya.

    “Tadi sudah kami sampaikan, akan disuplai juga bantuan berupa sembako setiap bulannya untuk keluarga nenek Basiti,” ujarnya.

    Selain bantuan sembako, Dinsos Surabaya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Cipta Karya untuk memfasilitasi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) sebagai tempat tinggal nenek itu. Karena selama ini, nenek tersebut tinggal di indekos berukuran 3 x 4 meter. Bukan itu saja, sebut Anna, pemkot juga menjamin kesehatan nenek malang tersebut.

    Baca juga :  Sidak Komisi A DPRD Surabaya Sasar Depo Peti Kemas

    “Tak kalah penting, kami telah mengingatkan anaknya, Sunarjah (49), untuk tidak mempekerjakan orang tuanya menjadi peminta-minta. Kami jelaskan kepada si anak, bahwa perbuatan tersebut bias dipidana karena termasuk eksploitasi. Tadi lurahnya juga menyampaikan, bahwa telah mengingatkan anaknya, bahkan tetangganya pun juga sudah memberi nasihat terhadap yang bersangkutan,” sebut Anna.

    Lantas seperti apa langkah tepat Pemkot Surabaya agar Sunarjah tidak lagi memperlakukan ibu kandungnya seperti itu? Menurut Anna, upaya yang dilakukan adalah memberikan pendampingan pemberdayaan ekonomi melalui program atensi.

    “Ini masih kami upayakan untuk memberi pengertian terhadap Sunarjah serta keluarganya. Namun, sementara ini kami terlebih dahulu menindaklanjuti nenek Basiti,” jelasnya.

    Anna menambahkan, petugas dari Dinsos Surabaya sebelumnya juga telah menawarkan fasilitas untuk nenek Basiti tinggal di Griya Werdha, apabila pihak keluarga sudah tidak lagi mampu merawatnya. Namun penawaran itu ditolak oleh Sunarjah, karena merasa masih mampu untuk merawat ibunya tersebut.

    Baca juga :  Imigrasi Tanjung Perak Segera Membuka Imigrasi Lounge di Icon Mall Gresik

    “Sebenarnya kita bias ambil kemudian dirawat di Griya Wedha. Tapi, anaknya belum mau. Karena itu kan harus ada persetujuan dari pihak keluarga untuk tinggal di Griya Werdha,” tukasnya. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan