Selasa, 27 September 2022
32 C
Surabaya
More
    HukrimFerdy Sambo Tersangka, Terancam Hukuman Mati

    Ferdy Sambo Tersangka, Terancam Hukuman Mati

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Inspektur Jenderal (Irjen) Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri, ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus pembunuhan Brigadir J (Nofriansyah Yoshua Hutabarat), di rumah dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Pengumuman tersangka yang terancam hukuman mati itu, diumumkan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

    “Timsus telah menetapkan saudara FS sebagai tersangka,” kata Kapolri dalam jumpa pers.

    Timsus, lanjut Kapolri, menemukan jika peristiwa yang terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo adalah penembakan yang menyebabkan Brigadir J meninggal dunia. “Saudara E (Bharada E) menembak atas perintah FS,” tandasnya.

    Saudara E disebut Kapolri sudah mengajukan Justice Collaborator yang membuat peristiwa tersebut semakin terang. Biar seolah-olah terjadi tembak menembak, Kapolri mengungkapkan, saudara FS melakukan penembakan dengan senjata saudara J ke dinding berkali-kali.

    Kapolri, mengutip republika.co.id juga menyampaikan fakta baru jika tidak ada penembakan dalam peristiwa tersebut. “Tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak seperti yang dilaporkan,” ujar Kapolri.

    Terancam Hukuman Mati

    Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Irjen Ferdy Sambo terancam hukuman mati, karena sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap seorang ajudannya, Brigadir J.

    Baca juga :  Ditetapkan Tersangka, Hakim Agung Sudrajad Dimyati Diburu KPK

    Penyidik menjerat Irjen Sambo dengan sangkaan Pasal 340, subsider Pasal 338 KUH Pidana, juncto Pasal 55, dan Pasal 56 KUH Pidana atas kasus tersebut.

    Kapolri Sigit menerangkan, peran Ferdy Sambo dalam pembunuhan Brigadir J ini, adalah sebagai atasan yang memberi perintah penghilangan nyawa ajudannya itu.

    Sebagai pelaku pembunuhan dalam kasus tersebut, adalah ajudan lainnya, yakni Bhayangkara Dua Richard Eliezer (Bharada RE). “Penembakan terhadap J sehingga meninggal dunia, dilakukan oleh RE, atas perintah FS,” kata Kapolri.

    “Setelah dilakukan gelar perkara, dan pemeriksaan, tim penyidikan memutuskan untuk menetapkan FS sebagai tersangka,” ujar dia.

    Tak cuma memberikan perintah kepada Bharada RE untuk menembak mati Brigadir J. Akan tetapi, dikatakan Jenderal Sigit, Irjen Sambo juga mencoba melakukan rekayasa kasus, dan pembuatan skenario palsu atas peristiwa kematian Brigadir J.

    Kata Kapolri, Irjen Sambo membuat seolah-olah kematian Brigadir J tersebut, terjadi dalam peristiwa adu tembak dengan Bharada RE. Dengan cara, Irjen FS, kata Kapolri, mengambil senjata milik Brigadir J, kemudian melakukan tembakan-tembakan ke arah dinding. “Untuk membuat kesan terjadi tembak-menembak,” ujarnya.

    Baca juga :  Ditahan KPK, MA Berhentikan Sementara Hakim Agung Sudrajad Dimyati

    Dari proses penyidikan, kata Kapolri, fakta utuh yang didapatkan tim penyidikan, menyebutkan tewasnya Brigadir J, terjadi setelah Bharada RE, melakukan penembakan kepada Brigadir J sampai meninggal dunia di tempat.

    “Bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak seperti yang dilaporkan awal,” tambahnya.

    Namun begitu, Sigit melanjutkan, belum ditemukan fakta dalam penyidikan, tentang apakah Irjen Sambo, turut melakukan penembakan terhadap Brigadir J. “Terkait apakah tersangka FS, terlibat langsung (turut melakukan penembakan) dalam penembakan, tim penyidikan masih mendalami,” katanya.

    Selain mendalami soal apakah Irjen Sambo turut melakukan penembakan terhadap Brigadir J, kata Kapolri, soal motif pembunuhan berencana terhadap ajudannya itu, pun belum dipastikan. Sebab dikatakan Jenderal Sigit, proses pemeriksaan saksi-saksi, untuk mengetahui motif peristiwa utuh, masih terus dilakukan.

    “Terkait dengan motif, atau pemicu terjadinya peristiwa saat ini, sedang dilakukan pendalaman, dan permintaan keterangan. Termasuk untuk meminta keterangan dari Ibu PC (Istri Irjen Sambo),” begitu kata Kapolri.

    Baca juga :  Paket Diduga Bom Meledak di Aspol Grogol Indah Sukoharjo, Seorang Polisi Terluka

    Tentang motif, pembunuhan terhadap Brigadir J, selama ini dikatakan Polri, lantaran aksi amoral yang dilakukan oleh Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo. Disebutkan, bahwa Brigadir J, melakukan pelecehan, pencabulan, dan ancaman kekerasan terhadap istri Ferdy Sambo di kamar pribadinya di rumah dinas Irjen Sambo, Jumat (8/7/2022).

    Disebutkan versi kepolisian selama ini, Nyonya Sambo yang minta tolong kepada Bharada RE, yang berujung pada peristiwa yang disebut tembak-menembak dengan Brigadir J.

    Rumah Sambo Digeledah

    Sejumlah personel dari Brimob, tim Inafis, Provos dan petugas Polri melakukan penggeledahan di kediaman ajudan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Jalan Duren Tiga Utara II, nomor 54 RT 004, RW 1, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022). Penggeledahan berlangsung sekitar tiga  jam lebih dari pukul 16.00 WIB sampai dengan 19.20 WIB.

    Penggeledahan dikawal ketat dalam penjagaan personel Brimob bersenjata laras panjang. Sekitar pukul 19.20 WIB atau satu jam setelah Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka, penyidik pun keluar dari rumah tersebut dengan pengawalan ketat. Nampak beberapa penyidik membawa tas yang belum diketahui isinya. (wt/republika)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan