Minggu, 2 Oktober 2022
27 C
Surabaya
More
    Politik Pemerintahan15 Anggota Eks JI Jatim Ikrar Setia NKRI dan Pancasila

    15 Anggota Eks JI Jatim Ikrar Setia NKRI dan Pancasila

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Sebanyak 15 warga Jawa Timur eks anggota JI alias Jamaah Islamiyah  berikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila serta pencabutan baiat JI.

    Ikrar berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Timur Jl. Pahlawan Surabaya, Senin (8/8/2022) sore.

    Ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila serta pencabutan baiat anggota Jamaah Islamiyah ini adalah momen bersejarah. Dan akan menjadi semangat baru untuk mewujudkan keamanan, kedamaian juga kesejahteraan yang hakiki bagi seluruh tumpah darah Indonesia.

    Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan ikrar yang diucapkan oleh 15 warga Jatim eks Jamaah Islamiyah (JI) ini bukan sekedar ikrar biasa, melainkan ada trust atau kepercayaan yang dibangun antara mereka dan seluruh bangsa Indonesia, aparat kepolisian termasuk Densus 88 anti teror.

    Baca juga :  Khofifah Undang Masyarakat Meriahkan Upacara Hari Jadi ke-77 Provinsi Jatim di Grahadi

    Kepercayaan tersebut menyangkut bahwa 15 orang tersebut telah benar-benar kembali setia kepada NKRI dan Pancasila serta tidak akan berafiliasi dengan paham, organisasi dan pemimpin JI. Begitupun mereka harus percaya bahwa mereka kembali diterima dan diberikan hak yang sama layaknya warga negara Indonesia lainnya.

    Tak hanya itu, menurut Emil Dardak pengucapan ikrar tersebut juga sebagai manifestasi dari cinta dan damai yang memang harus tersemai dari setiap masing-masing ajaran agama. Karena setiap agama pasti tidak akan mentolerir adanya kekerasan.

    Wujud cinta damai yang terbingkai dalam NKRI dapat diwujudkan dengan bagaimana mengimplementasikan Bhinneka Tunggal Ika di kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Yaitu bisa hidup bersama-sama berdampingan dengan berbagai perbedaan yang melatarbelakangi.

    Baca juga :  Komisi A Soroti Wisata Religi Sunan Ampel Sarat Jambret dan Copet

    Oleh karenanya, atas nama pemerintah provinsi Jawa Timur, Emil Dardak menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras satgaswil Jawa Timur Densus 88 AT. Polisi Republik Indonesia dalam upaya mewujudkan ketahanan dan kedaulatan bangsa. Salah satunya dengan mencegah berkembangnya paham-paham radikal di Indonesia.

    Sementara itu Direktur Idensos Densus 88 anti teror Polri Brigjen polisi Arif Makhfudiharto mengatakan bahwa Ikrar Kesetiaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila serta pencabutan baiat anggota Jamaah Islamiyah adalah bentuk upaya penyadaran kepada masyarakat yang terpapar radikalisme tanpa melakukan penegakanhukum.

    Kegiatan ini juga merupakan hasil sinergi dan kolaborasi antara Satgaswil Jawa Timur Densus 88 Anti Teror Polri dan Intel Polda Jatim serta pihak-pihak terkait.

    Baca juga :  Komisi A DPRD Surabaya Desak Developer Darmo Hill Cabut Laporan ke Polisi

    Kita istilahkan restorasi justice kepada saudara-saudara kita untuk secara sadar berkontribusi kepada masyarakat dan bangsa Indonesia yang majemuk dan sudah menjadi kesepakatan para pendiri bangsa Indonesia,kata Brigjen polisi Arif Budiarto.

    Ia berharap 15 warga Jatim yang telah berikrar setia kepada NKRI dan Pancasila bisa kembali bersosialisasi, berbaur dengan masyarakat lainnya. Ia juga berharap agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Forkopimda Jatim dapat ikut serta untuk terus mendampingi mereka.

    Pada kesempatan yang sama 15 orang tersebut juga menandatangi Ikrar Kesetiaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila serta pencabutan baiat anggota Jamaah Islamiyah, melakukan hormat dan mencium bendera merah putih.(*)

    Reporter : Soejono Muhammad

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan