Minggu, 2 Oktober 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriPameran Keris di Kota Kediri Edukasi Masyarakat Dalam Pelestarian Budaya

    Pameran Keris di Kota Kediri Edukasi Masyarakat Dalam Pelestarian Budaya

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Paguyuban Keris Panji Joyoboyo berkolaborasi dengan Paguyuban Keris se-Kediri Raya bersama Pemkot Kediri kembali menggelar Pagelaran Keris dan Bursa yang berskala Nasional pada 5-7 Agustus 2022 di Town Square Kota Kediri.

    Pameran keris bertajuk ‘Kediri Raya Nyawiji’ dan pameran lukisan bertajuk ‘Gumegrah’. Tidak hanya dari Kota Kediri saja, dalam pameran ini ratusan keris dari luar Kota Kediri seperti Blitar, Nganjuk dan Tulungagung juga ambil bagian.

    Ketua Paguyuban Panji Joyoboyo Kediri Imam Mubarok menjelaskan, dalam ada yang lain dalam bursa keris yang diadakan di Swalayan Town Square. Karena ada 8 Paguyuban yang juga dilibatkan.

    “Karena pada tahun ini Bandara Internasional Kediri akan beroperasi, maka dengan acara pameran keris ini, juga sebagai ajang promosi tentang kebudayaan dan kesenian di eks Karesidenan Kediri,” ujarnya, Minggu (7/8/2022).

    Baca juga :  Bupati Kediri Tegaskan Bansos BBM Harus Tepat Sasaran

    Menurut Gus Barok pusaka keris sendiri dimiliki dan terlahir di Indonesia,dan merupakan peninggalan Bangsa Indonesia,dan jangan sampai diakui oleh negara lain. Keris ini merupakan warisan dari nenek moyang dan sudah diakui UNESCO sejak tahun 2005.

    ” Kami mengajak semua pihak untuk ikut melestarikan budaya yang kita miliki. Karena keris ini salah satu rahmat yang diberikan oleh Tuhan. Kita bisa ceritakan pamornya ataupun cara membuatnya kepada anak cucu kita,”terangnya.

    Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengapresiasi pameran keris tersebut. Pameran tersebut sengaja diadakan di pusat perbelanjaan, dengan harapan pameran ini juga bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

    ” Nantinya pelajar di Kota Kediri juga diajak untuk melihat pameran ini. Agar generasi muda di Kota Kediri mengerti akan keris ini. Sebab ada hal yang harus diluruskan bahwa keris ini bukan syirik, namun ini untuk melestarikan budaya,” kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

    Baca juga :  Gudang Mebel di Kediri Nyaris Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 150 Juta

    Wali Kota yang akrab disapa Mas Abu juga berharap kegiatan seperti ini dapat menggerakkan perekonomian di Kota Kediri.

    Saat ini banyak sekali orang yang ingin memiliki keris dan mengoleksinya. Begitu juga dengan karya lukisan. Semua pihak di Kota Kediri termasuk seniman harus bangkit bersama-sama.

    ” Tidak ada salahnya kita terus lakulan edukasi. Karena peminatnya ini semakin banyak. Acara ini bisa meningkatkan nilai ekonomi pada hasil karya seniman dan penggiat budaya,”tutupnya.

    Untuk diketahui, pagelaran dan bursa keris nasional ini melibatkan paguyuban se-Kediri Raya. Diantaranya, Panji Joyoboyo Kediri, Panji Blitar, Panji Patria Blitar, Paguyuban Baru Klinthing Tulungagung, Paguyuban Bhineka Tunggal Ika Tulungagung.

    Kemudian Paguyuban Panji Patrem Trenggalek, Paguyuban Pataji Ngadiboyo Nganjuk, Patika Kediri, dan Paguyuban Satrio Pinayungan Jombang. Kesembilan paguyuban itu tergabung dalam Serikat Pelestari Tosan Aji (Senapati Nusantara).

    Baca juga :  Belasan Oknum Perguruan Silat di Kediri Ditetapkan Tersangka Pengeroyokan

    Sekitar 200 keris dan 46 lukisan dipamerkan dalam pameran ini. Pada pameran ini juga dilakukan peluncuran logo Paguyuban Panji Joyoboyo. (Moch. Abi Madyan)

    Reporter : Moch. Abi Madyan

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan