Senin, 8 Agustus 2022
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriBalita Ditemukan Meninggal di Lubang Pembuangan Limbah Milik Tetangga

    Balita Ditemukan Meninggal di Lubang Pembuangan Limbah Milik Tetangga

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) –Seorang balita berinisial PTA (4) asal Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di dalam lubang pembuangan limbah rumah tangga belakang rumahnya.

    Kapolsek Wates, AKP Bambang Kurniawan menjelaskan awal mula kejadian tersebut, Ibu korban atas nama Sri Utami tengah menidurkan korban di kamar belakang.

    Setelah korban tertidur, Sri Utami meninggalkan korban dan melihat televisi di ruang tengah bersama anaknya Ratna Rahmawati (kakak korban).
    Namun sekitar pukul 15.30 WIB sang ibu melihat buah hatinya tidak berada di kamar tersebut.
    ” Ibu korban ini panik mencari anaknya yang sebelumnya tidur di kamar tidak ada,” kata AKP Bambang, Kamis (28/7/2022).

    Baca juga :  Pameran Keris di Kota Kediri Edukasi Masyarakat Dalam Pelestarian Budaya

    Lantaran panik, ibu korban memberitahu suaminya yakni Suyanto. Ia memberitahu bahwa korban tidak ada di kamar. Kemudian Suyanto ini mencari korban.

    Kemudian, melihat tempat air susu korban (dot) yang mengapung di pembuangan air limbah belakang rumahnya.

    “Ayah korban (Suyanto) langsung berusaha mencari korban di dalam lubang pembuangan. Dan ternyata korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” paparnya.

    Begitu menerima laporan adanya balita meninggal dunia di limbah belakang rumah. Petugas Polsek Wates langsung menunju ke tempat kejadian perkara.

    “Hasil pemeriksaan dari petugas dan Puskesmas Wates, menyimpulkan korban murni meninggal dunia karena tenggelam dan tidak ditemukan
    tanda- tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban,” terangnya.

    Baca juga :  DPRD Kota Kediri Gelar PAW Satu Anggota Non Aktif

    “Ada bekas luka di punggung belakang korban ditemukan luka lecet. Luka itu diduga disebabkan karena terpleset mengenai benturan,” urainya.

    Terakhir AKP Bambang menyampaikan, karena tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas dan membuat surat peryataan bersama untuk tidak dilakukan otopsi.

    “Jenazah juga langsung dimakamkan oleh keluarganya di desa setempat,” pungkasnya. (*)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan