Jumat, 12 Agustus 2022
25.7 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaDemokrasi Indonesia Harus Kembeli ke Pancasila

    Demokrasi Indonesia Harus Kembeli ke Pancasila

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Demokrasi Indonesia harus kembali ke Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara sebagai salah satu Visi negara-bangsa turunan dari Cita Moral Pancasila.

    Pernyataan ini disampaikan Dr Muhammad Sabri, Direktur Pengkajian Kebijakan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP RI, di Hotel Grand Dafam Surabaya, Rabu (27/7/2022).

    Menurut Sabri, dalam demokrasi dan bernegara, kita tidak boleh mencontoh atau menjiplak Amerika Serikat, karena sama-sama multikultur dan multiagama.

    “Kita tidak boleh copypaste mencontoh, demokrasi dan bernegara Amerika karena mereka dibentuk dari kaum-kaum pendatang. Bahkan suku bangsa Indian disikat habis.
    Sementara kita terbangun dari pemilik bangsa dari suku-suku bangsa dengan nilai-nilai kebangsaan dengan multikultural dan multireligius tidak kurang 3000 di nusantara,” katanya saat pembekalan bagi Jejaring Panca Mandala (JPM) se Jatim dengan tema “Pokok Pokok Pikiran didedikasikan untuk Penguatan Wawasan Ideologi Pancasila”.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah: Antusiasme Masyarakat Hadiri Upacara HUT Kemerdekaan di Grahadi Cukup Tinggi

    Pancasila dengan lima sila, lanjut Doktor kelahiran Bugis, bahwa teks sila-sila Pancasila adalah rumusan dan kode sebagai sebuah penyederhanaan dari nilai-nilai kultural yang melimpah ruwah seluruh nusantara dengan dua hal, yaitu; tradisi lokal dan agama nusantara.

    Bahkan, kata Sabri, KeIndonesiaan kita yang warna warni karena dibentuk dari berbagai suku dan agama. “Kita beda dengan Amerika, kita justru menggali persoalan persoalan kebangsaan dan teks suci untuk Indonesia. Tetapi Amerika haram haram pembicaraan asal-asul,” tandasnya.

    Menurut dia, kita bicara Indonesia
    kebhinekaan, dan keekaan dalam kebhinekaan

    Dijelaskan, bahwa demokrasi kita sekarang hancur karena meniru demokrasi liberal. Demokrasi apa ini kita? Dimana terjadi perebutan kekuasaan sesama partai dalam satu Dapil.

    Baca juga :  Ciptakan Ekosistem Literasi, Guru di Surabaya Didorong Menulis Buku

    “Oleh karena itu, demokrasi Indonesia harus kembali dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam musyawarah dan mufakat.

    Karena menurut pendiri bangsa Soekarno bahwa 17 Agustus 1945 adalah jembatan emas. “Di ujung jembatan itulah akan kita aktualisasikan kemedekaan. Kemerdekaan berpikir dan kemerdekaan kemerdekaan dalam berbagai usaha mencapai keadilan dan kemakmuran,”

    The Growths of Cicilazations, Arnold Joseph Toynbee, bahwa basis moral dan spiritual menjadi penentu kekuatan sebuah negara. Jika keropos ruang moral dan spirit, walaupun Science & Technology sudah maju dan berkembang, tidak tertutup kemungkinan akan ambruk. Eks Soviet sudah terbukti hanya berumur 96 tahun.

    Teori Arnold Joseph Toynbee, ialah lingkar terbesar Science & Technology, lingkar menengah
    ethic morality, dan lingkar paling dalam spirituality. (*)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan