Jumat, 12 Agustus 2022
25.7 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanIdeologi Pancasila Belum 100 Persen

    Ideologi Pancasila Belum 100 Persen

    SURABAYA (WartaTranspransi.com) – Pembekalan Ideologi Pancasila kepada Jejearing Panca Mandala se Jatim, salah satu pertimbangannya bahwa masyarakat Indonesia belum 100 persen menerima.

    Hal itu disampaikan
    Aris Heru Utomo, Direktur Pengkajian Meteri Pembinaan Ideologi Pancasila, saat menyampaikan materi “Pancasila : Historitas, Konseptualitas, dan Aktualitas”, di Hotel Grand Dafam, Jl Kayon Surabaya, Senin malam (25/6/2022).

    Aris Heru Utama menyajikan, hasil survei Lembaga Survei Saiful Mujani yang menyatakan bahwa hanya 64,6 persen masyarakat Indonesia yang hafal sila Pancasila. 10,2 persen yang benar menyebut 4 sila, 5,1 persen tiga sila, 3,9 persen dua dan satu sila, 12,3 persen tidak menyebutkan Pancasila. Hasil penelitian Saiful Muljani ini diumumkan pada
    1 Juni 2022

    Guna menguatkan historis Pancasila diawali dengan sejarah penjajahan Portugis pada tahun 1511, dan kebangkitan nasional pada 1908 serta Sumpah Pemuda 1928 sebagai cikal bakal
    mempersatukan nusantara.

    “Dan pada sidang terakhir Sidang BPUPKI I pada tanggal 1 Juni Soekarno mengusulkan nama Pancasila,” katanya.

    Baca juga :  PAN Jatim dan Partai UKM Indonesia Jatim Berjodoh Siap Menangkan Pemilu 2024

    Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 dengan sila pertama berbunyi, “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Yang kemudian pada Sidang BPUPK II 17 Agustus 1945 disepakati menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”.

    Rumusan Pancasila dalan Pembukaan UUD 1945, adalah pengesahan sebagai penguatan dari usulan awal pada 1 Juni 1945, dalam bahasa administrasi pengesahan akte kelahiran Pancasila.

    Sedangkan konseptualitas Pancasila, lanjut Aris, ada konsep religiositas, humanitas, nasionalitas, soverinitas, dan keadilan sosial.

    Aktualitas Pancasila, lanjutnya, sebagai ideologi Nasional, konsep dan prinsip Pancasila. Di antara meyakini Pancasila sebagai pandangan hidup, dasar negara, dan ideologi nasional bangsa Indonesia.

    Demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat, dibanding pemungutan suara (voting).

    Aktualitas Pancasila di Bidang Ekonomi diperkuat diantaranya, meyakini kekayaan wilayah Nusantara, baik potensi maupun efektif merupakan modal dan milik bersama bangsa.

    Baca juga :  Wagub Emil Napak Tilas Perjuangan Sang Kakek di Balikpapan

    Aktualisasi Pancasila di Bidang Sosial Budaya, diantaranya Meyakiji kemajemukan bangsa. Dan Aktualitas Pencasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan, diantaranya meyakini bahwa setiap ancaman merupakan ancaman terhadap segenap masyarahat dan negara.

    Ditegaskan, JPM dalam Aktualitas Pancasila bagaimana membumikan Pancasila dalam Aktualitas di wilayah masing-masing sesuai suasana kedaerahan, dengan menjaga persatuan.

    BPIP Beri Bekal Calon JPM

    Memperkuat kembali Pancasila kembali membumi dan menjadi sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia, Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) melakukan pembekalan kepada sejumlah calon anggota Jejaring Panca Madala (JPM) yang menyebar di 38 kabupaten/kota se Provinsi Jawa Timur, di Hotel Grand Dafam, Surabaya, 25-29 Juni 2022.

    Menurut Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama BPIP, Elfrida Herawani Siregar, SP, MM, pembekalan ini akan dilanjutka degan deklarasi dan penandatanganan kerjasama di kantor Gubernur Jawa Timur.

    Dari 33 provinsi se Indonesia, menurut Elfrida, baru Jawa Timur yang kepengurusan JPM nya lengkap di setiap kabupaten/kota. “Sedangkan provinsi lain belum lengkap. Seperti Sumatera Utara baru 14 kabupaten/kota, dan Sulawesi Utara baru 15 kabupaten/kota. Bahkan provinsi lain malah belum terbentuk, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota,” katanya.

    Baca juga :  AHY Minta Seluruh Kader Demokrat Persiapkan Raih Kemenangan di 2024

    Dia menjelaskan, JPM sebagai mitra BPIP. Salah satu tugasnya, mendukung kelembagaan ideologi Pancasila dan pembinaan ideologi Pancasila. “Jadi, JPM adalah mitra strategis BPIP dalam pembinaan ideologi Pancasila, khususnya di daerah,” tandasnya.

    Pada pembukaan ini, selain dihadiri seluruh calon anggota JPM se awa Timur, juga dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Timur, Heru Wahono Santoso. Di hadapan para peserta pembekalan, Heru menjelaskan kondisi Jawa Timur, khususnya mengenai pengamalan Pancasila dan ancamannya. “Di Jawa Timur, ada salah satu lembaga pendidikan yag sudah mendoktrin muridnya jadi teroris sejak dini. Sedangkan pola rekrutmennya menggunakan pola baru,” ujarnya.

    Pemerintah dalam membumikan Pancasila, lanjutnya, tidak mampu berjalan sendiri. Tetapi membutuhkan mitra melalui Jejaring Panca Mandala (JPM) dengan berbagai strategi penguatan membumikan Pancasila. (*)

    Reporter : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan