Jumat, 12 Agustus 2022
25.7 C
Surabaya
More
    LifeStylePakar: Diet Harus Sesuai dengan Kondisi Kesehatan Masing-masing

    Pakar: Diet Harus Sesuai dengan Kondisi Kesehatan Masing-masing

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Spesialis Gizi Klinik dr. Cindiawaty Josito Pudjiadi, MARS, MS, Sp GK mengatakan setiap orang memiliki cara diet yang berbeda karena diet tersebut harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

    “Diet itu artinya pengaturan makan. Sering orang menyangka diet itu makannya harus sedikit, padahal belum tentu. Semua orang butuh pengaturan makan dan pengaturan makan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing”, kata dokter yang akrab dipanggil dr. Cindy ini di Batik Chic White Heritage di Jakarta, Jumat.

    Dr. Cindy mengatakan bahwa kalau orang tersebut sudah terkena penyakit diabetes, maka pengaturan makannya khusus untuk penyakit diabetes. Diet seperti ini disebut sebagai personalized diet, diet yang diatur secara individual.

    “Jadi setiap orang memiliki jenis diet yang berbeda, berapa banyak makanan yang harus dikonsumsi pun berbeda. Misal ada yang butuh diet tinggi protein, ada juga diet yang rendah protein”, ujar dr. Cindy.

    Baca juga :  “Knives Out 2” akan jadi film penutup BFI London Film Festival 2022

    Diet ekstrim seperti hanya makan apel atau ubi dan minum air putih tidak baik untuk tubuh karena tubuh membutuhkan nutrisi lengkap supaya tetap terjaga daya tahan tubuhnya.

    “Misal ada orang yang diet dan berat badannya turun tiga kilogram dalam seminggu. Mereka berpikir kalau dietnya sukses, tapi dietnya benar atau tidak? Karena kadang-kadang yang turun itu ialah otot dan air, tapi lemaknya malah naik”, kata dokter yang sekarang berpraktik di Rumah Sakit Medistra ini.

    Dr. Cindy mengatakan diet seperti itu tidak membuat kita semakin sehat tapi semakin membuat kita semakin rentan terkena penyakit karena daya tahan tubuh menurun.

    “Jadi kita enggak dapat (diet) sembarangan. Eggak dapat ‘ya udah, hari ini enggak makan’ atau ‘ya udah, hari ini makan ini aja’. Tetap harus (diet) bergizi lengkap dan seimbang supaya daya tahan tubuh kita tetap terjaga”, lanjut dr. Cindy.

    Baca juga :  Film “Limit” Kisahkan Misi Lee Jung-hyun Selamatkan Anak Yang Diculik

    Menurut dr. Cindy, mengenali kondisi tubuh masing-masing sangat penting sebelum melakukan diet, salah satunya ialah mengenali kondisi genetik tubuh.

    “Jadi mereka (Penderita) melakukan diet berdasarkan hasil pemeriksaan genetik mereka. Ada orang yang ‘kok, mereka dapat diet seperti itu tapi saya enggak?’ Itu karena perbedaan genetik”, ujar dr. Cindy.

    Dr. Cindy mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan genetik, orang juga dapat mengenali risiko penyakit yang ada pada tubuh mereka. Misal, ada mereka yang harus berhati-hati dengan kafein.

    “Contoh kopi (kafein). Kafein disebutkan dapat menurunkan resiko sakit jantung. Oke, 50 persen dapat keuntungan dari kafein, tapi 50 persen lainnya dapat penyakit dari kafein. Jadi bedanya ada pada kondisi genetik tubuh, ada yang berisiko, ada juga yang tidak (berisiko)”, kata dr. Cindy.

    Baca juga :  Pandji Pragiwaksono Nilai Industri Komedi Masih Harus Ditumbuhkan

    Dr. Cindy melanjutkan, jika mereka mengkonsumsi kopi lebih dari dua gelas per hari, risiko terkena penyakit diabetes, penyakit jantung, penyakit gagal ginjal dan penyakit hipertensi akan naik.

    “Risiko penyakit itu ditentukan oleh diri kita sendiri. Mau cepat dirawat supaya tidak semakin parah atau mau ditunda, semua tergantung kita”, tutup dr. Cindy. (ANT)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan