Sabtu, 20 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoPastikan Hewan Korban Aman, Bupati Mojokerto Cek Kesiapan Pasar Hewan

    Pastikan Hewan Korban Aman, Bupati Mojokerto Cek Kesiapan Pasar Hewan

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati bersama Forkopimda Kabupaten Mojokerto melakukan pengecekan di sejumlah pasar hewan yang yang menyebar di wilayah Kab. Mojokerto.

    Upaya ini diguna memastikan hewan korban yang siap dipasarkan dipastikan aman dari wabah PMK, Selasa (5/7)

    “Seperti ketetapan yang sudah berlaku, hewan kurban bisa diperjual belikan di masa PMK ini salah satunya harus mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang telah diterbitkan oleh petugas Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto” jelas Ikfina, saat mengecek pasar hewan di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

    Usai mengecek kambing yang dijual di Pasar Hewan Desa Ngrame, Bupati Ikfina bersama Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar, Komandan Kodim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Beni Asman, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Gaos Wicaksono meninjau proses sterilisasi hewan ternak yang keluar dan masuk di pasar hewan itu.

    Baca juga :  Sekdaprov Adhy Harapkan Pengungkapan Nilai Luhur yang Terpendam di Jatim

    Nampak sejumlah petugas BPBD Kabupaten Mojokerto dilengkapi dengan peralatan penyemprotan cairan desinfektan melakukan sterilisasi terhadap kendaraan yang akan masuk dan keluar di Pasar Hewan Desa Ngrame ini.

    Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah menjelaskan pengecekan ke sejumlah pasar yang menyebar di Kab. Mojokerto ini bertujuan untuk memastikan kesiapan Kabupaten Mojokerto menjelang Idul Adha di masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kali ini. Sehingga bisa dipastikan hewan korban yang sedang di jual di pasar maupun tempat penjualan dadakan, benar-benar aman dari kontaminasi wabah PMK.

    Masih penjelasan Nurul Istiqomah, selain mengecek kesiapan pedagan hewan korban, PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Dinas Pertanian juga sudah melakukan sosialisasi baik bagi peternak maupun pencari hewan korban.

    Baca juga :  Sekdaprov Adhy Harapkan Pengungkapan Nilai Luhur yang Terpendam di Jatim

    “Warga / masyarakat yang hendak membeli hewan korban yang ditawarkan, pastikan hewan yang akan dibeli sudah disertai SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) dari Dinas Pertanian atau belum. Jika sudah ya monggo dibeli, tetapi jika nggak ada SKKH-nya mendingan dibatalkan saja. Demi keamanan bersama,”pinta Nurul pada masyarakat Kab. Mojokerto. (gia)

    Reporter : Gatot Sugianto

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan