Sabtu, 13 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    OlahragaAlhadad: Timnas Harus Main Bola Bawah untuk Redam Yordania

    Alhadad: Timnas Harus Main Bola Bawah untuk Redam Yordania

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Timnas Indonesia akan menghadapi laga yang berat di Grup A putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2023. Pasukan Shin Tae-yong harus melewati hadangan Yordania di Stadion Jaber Al-Ahmad, Kuwait City, Minggu (12/6/2022) dini hari WIB.

    “Peluang tetap ada meskipun harus diakui cukup berat lawan Yordania yang menjadi unggulan grup A.  Sebab, lawan yang dihadapi tidak kalah beratnya dibandingkan Kuwait yang ditaklukkan di pertandingan perdana. Kuncinya, pemain harus disiplin sejak menit awal hingga akhir pertandingan seperti ditunjukkan lawan Kuwait,” ujar pengamat sepak bola yang juga mantan striker timnas tahun 90-an, Moh Zein Alhadad.

    Mantan pelatih nasional yang akrab dipanggil Mamak itu menilai kemenangan lawan Kuwait prestasi luar biasa. Kebanggaan itu menjadi modal lawan Yordania. Apalagi timnas memiliki materi mayoritas pemain muda yang sangat mengandalkan tenaga yang kuat dan motivasi tinggi. “Pelatih Shin Tae-yong kebetulan suka materi pemain muda dengan motivasi tinggi. Pas dengan kondisi tim saat ini. Tinggal bagaimana strategi yang bakal dia terapkan nanti lawan Yordania,” ungkapnya.

    Baca juga :  Indonesia Tantang Vietnam di Final Piala AFF U16 2022

    Menurutnya, setiap permainan yang baik membutuhkan transisi permainan dan kedisiplinan dalam menerapkan strategi. Baik dalam menyerang maupun bertahan. Dia juga menilai faktor kecerdikan pelatih dalam meramu strategi sangat menentukan pola permainan di lapangan.

    Saat jumpa Kuwait lalu, dengan materi pemain rata-rata kalah jangkung dengan lawannya, pelatih asal Korea itu selalu meminta pemainnya untuk banyak mengadalkan bola-bola bawah, pendek dan cepat. Hal itu menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam meredam Kuwait. Karena itu, seperti hal itu akan menjadi salah satu strategi yang kemungkinan bakal diterapkan lawan Yordania yang nota bene juga berasal dari Timur Tengah dengan materi pemain yang tinggi-tinggi.

    “Pemain kita yang memiliki postur pendek khususnya di lini serang diharapkan bermain bola-bola bawah. Kelebihannya dibandingkan lawannya yang tinggi, biasanya gerakan pemain pendek lebih cepat dan gesit untuk bermain bola-bola pendek. Sebaliknya, lawan yang tinggi biasanya pergerakannya lamban. Kita harapkan kelebihan inilah yang bisa dimaksimalkan untuk kemenangan yang membanggakan buat bangsa Indonesia,” pinta mantan striker terbaik klub Niac Mitra dan Timnas Indonesia tersebut.

    Baca juga :  32 Tim Pebulutangkis Adu Skil dalam Turnamen Badminton KNPI CUP

    Seperti diketahui, timnas Indonesia sudah memiliki modal berharga untuk menghadapi Yordania. Sebelumnya, Fachruddin Aryanto dkk. membuat kejutan dengan menumbangkan tuan rumah Kuwait dengan skor 2-1 di stadion yang sama, Rabu (8/6/2022).

    Duel kontra Yordania tentu akan berbeda karena jadi tim unggulan di Grup A Kualifiksi Piala Asia 2023. Timnas Indonesia memang kalah jauh dari Yordania dari segi ranking FIFA. Skuad Garuda saat ini berada di urutan ke-159 sementara Yordania berada di urutan ke-91.

    Saat ini, Yordania memimpin klasemen sementara Grup A setelah sukses menang atas Nepal 2-0 di pertandingan perdana disusul Indonesia yang sama-sama memiliki nilai 3.  (sr)

    Reporter :

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan