Selasa, 16 Agustus 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriPenutupan Pasar Hewan di Kota Kediri Diperpanjang untuk Cegah PMK

    Penutupan Pasar Hewan di Kota Kediri Diperpanjang untuk Cegah PMK

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Dampak memutus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), penutupan sementara pasar hewan di Kota Kediri diperpanjang hingga 24 Juni 2022.

    Sebelumnya, pasar hewan di Kota Kediri telah ditutup mulai 28 Mei 2022 lalu. Kebijakan penutupan sementara itu merupakan hasil keputusan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemerintah Kota Kediri serta diikuti Kepal PD Pasar, perwakilan kejaksaan, Unsur TNI dan Polri pada Kamis (9/6) di Ruang Rapat DKPP.

    Selain keputusan perpanjangan penutupan pasar hewan dibahas juga cara penjualan hewan serta perlu disosialisasikan secara masif tentang PMK kepada masyarakat luas.

    “Dari rakor hari ini kita sepakati bahwa penutupan pasar hewan akan kita perpanjangan selama dua minggu terhitung sejak 11 Juni sampai dengan 24 Juni 2022 mendatang. Sebelum perpanjangan penutupan dilakukan, akan kita lakukan sosialisasi kepada para pedagang,” kata Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mohamad Ridwan, Jumat (10/6/2022).

    Baca juga :  Bupati Kediri Himbau Masyarakat dalam Sinau Bareng Cak Nun dan Konser Iromo Tresno

    Menyikapi penjualan hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha, DKPP terutama bidang peternakan akan melakukan pemantauan dan pendampingan secara rutin ke tempat-tempat penjualan hewan kurban untuk memastikan kondisi ternaknya dan kelayakan tempat penjualannya.

    “Pasca pembukaan pasar hewan, nanti akan kita data dan kita edukasi. Kita lakukan pembinaan kepada para pedagang, kita juga lakukan pemeriksaan, pendampingan kepada peternak dan pedagang yang ternaknya sakit,” imbuh Ridwan.

    Menurut Ridwan, menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi ke masyarakat umum terutama kepada pimpinan ormas islam, takmir masjid, panitia penyembelihan hewan kurban agar hewan kurban tetap memenuhi syariat di tengah wabah PMK. Salah satunya terkait masalah kesehatan hewan kurban agar masyarakat mengetahui informasi secara jelas dan tidak menimbulkan keresahan.

    Baca juga :  Bersih Desa, Warga Berebut Gunungan Tahu Setinggi 1,7 Meter

    “Kita lakukan sosialisasi dan pembinaan kepada beberapa kalangan yaitu peternak dan masyarakat umum yang diwakili oleh takmir masjid karena bagaimanapun hewan yang dikurbankan harus memenuhi syarat,” terang Ridwan

    Lanjutnya, sudah ada fatwa dari MUI bahwasanya ternak yang terindikasi sakit selama sakitnya tidak terlalu parah, maka masih sah untuk dijadikan hewan kurban. Jadi, lanjutnya, jangan sampai ada kekhawatiran di masyarakat.

    “Untuk teknisnya nanti akan kita susun draftnya dan akan segera kita tindaklanjuti. Kita juga akan terus pantau agar SK Walikota terkait gugus tugas dan kegiatannya bisa segera selesai sehingga nanti kita bisa merancang kegiatan yang akan datang,” urai Ridwan

    Terakhir Ridwan, menambahkan, pihaknya berharap upaya yang dilakukan oleh Pemkot Kediri semata mata bertujuan dapat memberi rasa aman, nyaman pada masyarakat baik peternak maupun masyarakat secara umum yaitu konsumen apalagi menjelang idul kurban.

    Baca juga :  Dinsos Kota Kediri Salurkan Bantuan Sosial kepada Puluhan ODKB

    ” Kami berharap penyebaran PMK dapat diminimalisir sehingga tidak berdampak pada perekonomian masyarakat. Jangan sampai salah penanganan berakibat pada kestabilan ekonomi dan kelangkaan hewan ternak,” pungkasnya. (Abi)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan