Jumat, 12 Agustus 2022
25.7 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMagetan24 Ekor Sapi Diketahui Tertular PMK, Bupati Magetan Sarankan Daging Langsung  Direbus

    24 Ekor Sapi Diketahui Tertular PMK, Bupati Magetan Sarankan Daging Langsung  Direbus

    MAGETAN (WartaTransparansi.com) –Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada hewan yang mewabah akhir akhir ini telah menjalar dan masuk Ke Kabupaten Magetan.

    Terbukti telah ditemukannya  PMK pada hewan  di dua wilayah Kabupaten Magetan, yakni 3 ekor Sapi di Desa Turi Kecamatan Panekan dan 21 ekor Sapi di Desa Sugihrejo Kecamatan Kawedanan.

    Bersama Forkompimda dan perwakilan peternak Pemkab Magetan  menggelar pertemuan guna menentukan langkah strategis dalam mencegah penyebaran PMK setelah ditemukannya kasus positif PMK. Bupati Magetan Suprawoto mengatakan  daging dan susu hewan yang terkena PMK aman dikonsumsi, asal  dimasak dengan benar. Daging sebaiknya jangan dicuci karena air cucian bisa menular ke hewan lain, maka akan lebih baik langsung  direbus saja.

    Baca juga :  Potong Tumpeng Tandai Tasyakuran HUT Ke -5 PKP Pomad Jatim

    “Pemkab Magetan melalui Dinas Peternakan Sudah melakukan berbagai upaya pencegahan penularan PMK,” ujar Bupati Suprawoto.

    Langkah langkah yang diambil diantaranya terjun ke pasar-pasar hewan dan para peternak untuk melakukan pemeriksaan pada hewan dan sosialisasi PMK.

    Sebenarnya,  jauh sebelum  isu PMK menyebar luas  petugas Dinas Peternakan sudah melakukan pemeriksaan hewan yang diperjualbelikan di Pasar Hewan. Tetapi karena penyebaran yang begitu cepat, maka Kabupaten Magetan dinyatakan positif adanya penyebaran penyakit mulut dan kaki pada hewan  “Dari  uji laboratoris dari BBvet Wates mengatakan semua sampel yang diambil terkonfirmasi positif PMK,” ujar Suprawoto.

    Kapala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan)  Magetan Drh Nur Haryani menyampaikan walau Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sangat berbahaya pada hewan, namun masyarakat tidak perlu khawatit dan takut  karena tidak  menular pada manusia.

    Baca juga :  Lestarikan Budaya Komunitas Reog Gagrak Anyar Magetan Melalui Pentas Seni

    “PMK ini tidak bersifat Zoonosis jadi  tidak  bisa menular pada manusia,”ucap Nur Haryani.

    Semua produk-produk yang dihasilkan dari hewan aman dengan syarat  diolah dengan benar.
    Drh. Nur Haryani berharap, semua dapat  menyamakan visi dan misi, baik dari Pemkab Magetan dan juga para peternak agar bisa memutus penularan PMK di Magetan. Tujuannya peternal tidak mengalami kerugian.

    Dinas peternakan berharap pada peternak agar  segera melaporkan jika menemukan hewan ternaknya mengalami gejala gejala PMK. Disnakan juga sudah membuka call center jika sewaktu waktu ada aduan dari peternak. “Kita  dampingi sampai hewan ternak benar-benar sembuh,” ujarnya. (rud).

    Reporter : Rudy Ardi

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan