Senin, 23 Mei 2022
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWaterpark Kenjeran Abai, Asuransi Korban Kecelakaan Tak Jelas

    Waterpark Kenjeran Abai, Asuransi Korban Kecelakaan Tak Jelas

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Hearing Komisi D DPRD Kota Surabaya dengan pengelola prosotan Kenpark Kenjeran, Dispora, Dinas Kesehatan dan BPBD Surabaya, berlangsung panas.

    Bahkan para anggota Komsi D sempat tercengang dan muka muram ketika menanyakan berapa nilai asuransi yang harus dibayarkan kepada para korban, hanya di jawab tidak tahu. Lebih mengerikan lagi dalam tiket masuk juga tidak tertera bahwa pengunjung diasuransikan.

    Anggota Komisi D Cahyo Siswo Utomo menyebut, bahwa tiket masuk ke wahana waterpark  tidak tertera nominal jumlah rupiah untuk asuransi. Mengingat wahana tersebut masuk dalam kategori beresiko kecelakaan sangat tinggi, ujarnya Senin (9/5/2022).

    “Wahana wisata itu ada yang dengan resiko tinggi, menengah atau rendah. Menurut Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata kota Surabaya, wahana tersebut masuk kategori resiko tinggi. Namun ini tidak secara eksplisit disebutkan, yang eksplisit misalnya wisata alam yang ada hewan liarnya, bungee jumping dan lain-lain,” jelasnya.

    Baca juga :  SICITA Bawa Soliditas PDI Perjuangan

    Politisi PKS ini menyatakan, seharusnya pihak pengelola waterpark mencantumkan besaran asuransi dalam tiket masuk. Pengunjung agar tau  ada jaminan santunan kalau terjadi kecelakaan. Asuransi yang disertakan dalam tiket itu sudah ada payung hukumnya.

    “Asuransi ini diatur dalam Perda nomor 23 tahun 2012 tentang Kepariwisataan yang mengacu pada Undang-Undang Kepariwisataan. Asuransi menjadi tanggung jawab dari pengelola usaha pariwisata. Ketika kita dalami soal asuransi tersebut pihak pengelola kesulitan menjawab,” ungkapnya.

    Cahyo menegaskan, pihak pengelola tidak cukup hanya memberikan santunan biaya pengobatan dan santunan berupa tanda kasih saja. Melainkan juga harus memperhatikan kesehatan korban barangkali ada luka dalam bahkan terjadi cacat permanen yang harus ditangani secara khusus.

    Baca juga :  Wakil PKB Tak Respon, Reni dan Ayu Temui Masa Pendemo

    “Santunan ini diberikan oleh pihak pengelola secara case by case. Misalnya santunan kepada korban yang luka ringan diberikan sekali. Namun untuk yang mengalami cidera sampai cacat harus diperhatikan bagaimana sekolahnya dan pekerjaannya kelak,” ujarnya.

    Ia minta, Komisi D memberikan penekanan kepada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata kota Surabaya, agar melakukan monitoring dan evaluasi kepada seluruh tempat wisata. Terutama  wahananya mengandung resiko kecelakaan.

    “Sedangkan untuk Dinas Kesehatan harus memastikan korban tertangani sampai selesai, jangan sampai ada kendala tidak terawat. Ini tanggung jawab pemerintah untuk memastikan hal itu,”

    Sementara itu Subandi Manajer Operasional PT Bangun Citra Wisata selaku pengelola Waterpark Kenjeran mengatakan pengunjung di wahana wisatanya sudah diasuransikan ke PT Artha Guna.

    Baca juga :  Tjutjuk, Beri Tips Cara Muda Urus BPJS

    Terkait asuransi yang tidak dicantumkan dalam tiket masuk, ia tidak mengetahuinya karena itu tugas dari pihak IT (Informasi Tehnologi).

    Ditempat yang sama Tjutjuk Soepariono mengatakan, pihak pengelola waterpark Kenjeran telah mengabaikan keselamatan pengunjung. Petugas dilapangan  tidak sigap karena kurangnya petugas untuk mengawasi pengunjung yang membludak.

    “Masak jumlah  ratusan pengunjung hanya dibebankan pada 10 petugas” pungkasnya.

    Perlu diketahui peralatan wahana water slide, pernah ada perbaikan pada tahun 2019. Setelah itu stagnan karena pandemi covid 19. Dan dibuka kembali untuk liburan hari raya Idul Fitri 2022 ini. Komisi D dalam waktu dekat akan menggelar rapat lanjutan yang mengundang pihak asuransi. (dji)

    Reporter : Sumardji
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan