Kamis, 13 Juni 2024
31 C
Surabaya
More
    OlahragaTimnas U-23 Tanpa Asnawi dan Elkan Baggott Lawan Vietnam

    Timnas U-23 Tanpa Asnawi dan Elkan Baggott Lawan Vietnam

    HANOI (WartaTransparansi.com) – Lini belakang Timnas Indonesia U-23 tampil pincang saat menghadapi Vietnam di partai pembuka SEA Games 2021. Dalam laga yang digelar di Viet Tri Stadium, Phu Tho, Jumat (6/5/2022) malam pukul 19.00 WIB tersebut, beberapa pemain belum bisa diturunkan, salah satunya bek jangkung Elkan Baggot dan Asnawi Mangkualam.

    Terdapat lima pemain asal klub luar negeri yang bakal memperkuat Timnas U-23 di SEA Games 2021. Selain Elkan Baggott dan Asnawi, juga ada Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Saddil Ramdani. Mereka akan mendampingi wajah baru yang mendapatkan kesempatan membela Timnas U-23. Sebut saja Muhammad Adi, Ilham Rio, dan Muhammad Ridwan.

    Adapun komposisi pemain senior di skuad Timnas U-23 dihuni oleh Marc Klok, Ricky Kambuaya, dan Fachruddin Aryanto. Kehadiran ketiganya tentu sangat krusial sebagai penyeimbang tim.

    Baca juga :  Timnas Tampil Habis-habisan Melawan Filipina

    Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong berharap timnya tetap tampil prima untuk mengimbangi kekuatan tim tuan rumah yang juga pemegang medali emas SEA Games. Hanya saja, Garuda Muda sedang dalam laju kurang oke saat melawan Golden Star Warrior.

    Dalam empat pertandingan terakhir di SEA Games, Indonesia gagal menang dari Vietnam. Rinciannya, ada tiga kekalahan dan satu hasil imbang yang dikemas. Secara keseluruhan, Indonesia sudah 13 kali berhadapan dengan Vietnam di SEA Games. Hasilnya, Indonesia menang lima kali, dua kali imbang, dan enam kali menelan kekalahan.

    Kekalahan terbesar Indonesia atas Vietnam terjadi pada SEA Games 2015. Pada laga perebutan medali perunggu, Indonesia dicukur oleh Vietnam dengan skor meyakinkan 0-5.

    Baca juga :  Lolos ke Putaran Ketiga, Timnas Kembali Bertarung September Nanti

    Shin Tae-yong mengakui pasukannya secara nonteknis sedikit dirugikan lantaran harus bermain di hadapan pendukung Vietnam. Artinya, lawan lebih diuntungkan. Kondisi ini tidak bisa dihindari karena Vietnam jadi penyelenggara even olah raga se-Asia Tenggara itu. “Kami lebih rugi karena mereka (Vietnam) bertanding di kandangnya,” kilah STY, saat konferensi pers.

    Meski demikian, pelatih asal Korea Selatan itu tetap yakin anak asuhnya dapat meraih poin penuh. Itu dengan syarat mereka dapat bermain apik dan bekerja keras selama pertandingan berlangsung.

    Sementara itu, Pelatih Timnas Vietnam U-23, Park Hang-seo, menilai Timnas Indonesia U-23 sudah banyak berubah. Dia berpatokan pada final SEA Games 2019. Saat itu, Vietnam mampu mengalahkan dua kali. Saat fase grup, Golden Star Warriors mampu menang dengan skor 2-1. Sementara di final, Vietnam menang 3-0 atas Indonesia.

    Baca juga :  712 Atlet Karate Ikuti Ajang Porkab KONI Sidoarjo

    Timnas Indonesia saat itu ditangani oleh Indra Sjafri. Kini, Garuda Muda ditangani oleh kompatriot Park Hang-seo dari Korea Selatan, Shin Tae-yong. Perubahan permainan Timnas U-23 sudah disadari oleh Park Hang-seo. Racikan Shin Tae-yong sudah berhasil membuat Vietnam kerepotan di Piala AFF akhir tahun lalu. Vietnam ditahan Indonesia 0-0, hingga harus puas finis sebagai runner-up grup.

    “Dua tahun lalu, Vietnam U-22 mencapai final bersama Indonesia U-22 dan berhasil meraih emas. Tapi, Indonesia U-23 saat ini sangat berbeda,” kata Park Hang-seo menegaskan di Tuoitre. (sr)

     

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan