Jumat, 12 Agustus 2022
25.7 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPetugas Jemput Bola Percepat Penyaluran BLT Migor  

    Petugas Jemput Bola Percepat Penyaluran BLT Migor  

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Percepat penyaluran Bantuan langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng (Migor), petugas kelurahan dan PT Pos jemput bola dengan mendatangi rumah Keluarga penerima Manfaat (KPM). Hasilnya, hingga kini BLT yang sudah tersalurkan di kota Surabaya mencapai 98,26 persen.

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan, dari jumlah total 85.328 KPM BLT Migor di Surabaya, sebanyak 83.845 atau sekitar 98,26 persen sudah tersalurkan.

    “Artinya ada beberapa yang tidak tersalur itu bisa jadi karena data orangnya meninggal, kemudian ada yang tidak ditemukan. Ini ada sebuah proses yang dinamis untuk data yang KPM itu,” kata Anna di Balai Kota Surabaya, Kamis (21/4/2022).

    Baca juga :  Semarak Pesta Rakyat dan Lomba Perahu Layar di THP Kenjeran

    Meski begitu, hingga saat ini PT Pos Indonesia terus menyelesaikan penyaluran BLT Migor sebelum Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Bahkan, bagi KPM yang tidak bisa ambil ke kantor, petugas PT Pos Indonesia bersama pihak kelurahan akan mendatangi rumah warga.

    “Ini terus disalurkan oleh teman-teman PT Pos. Jadi yang tidak bisa datang ke Kantor Pos, maka dia akan didatangi oleh pihak kantor pos bersama teman-teman kelurahan,” ujarnya.

    Dijelaskan, dalam SOP Kementerian Sosial (Kemensos), salur BLT Migor terakhir pada tanggal 18 April 2022. Kemudian, dalam salur bantuan sosial itu, ada proses 14 hari kerja setelah jadwal penyaluran terakhir.

    Dalam masa 14 hari itu petugas akan mendatangi rumah-rumah KPM yang berhalangan hadir mengambil BLT Migor.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah: Antusiasme Masyarakat Hadiri Upacara HUT Kemerdekaan di Grahadi Cukup Tinggi

    “Masa 14 hari itu adalah masa-masa mereka (petugas) harus datang ke rumah warga. Misal ada KPM yang sakit, ya kita datangi ke rumah sakit. Kita datangi penerima itu, karena harus yang bersangkutan sendiri. Jadi proses-proses SOP dari Kemensos seperti itu,” terangnya.

    Selama 14 hari itu pula, Anna menyatakan, Dinsos Surabaya juga melakukan pencocokan data KPM BLT Migor dengan hasil Musyawarah Kelurahan (Muskel). “Ternyata memang ada yang meninggal, sehingga tidak bisa tersalurkan 100 persen,” ungkapnya.

    Selain diketahui KPM itu sudah meninggal dunia, kata Anna, ada juga yang tidak ditemukan rumahnya. Artinya, KPM tersebut sudah pindah alamat namun tidak melaporkan ke kelurahan.

    Baca juga :  Buruan Daftar! Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Pekerja Profesional

    “Jadi kembali lagi ada proses dinamis seperti pindah alamat dan tidak melaporkan ke kelurahan,” ujarnya. **

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan