Jumat, 12 Agustus 2022
25.7 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanBukan Mudik Biasa, Ketua Golkar M.Sarmuji, Serukan Tetap Taat Prokes 

    Bukan Mudik Biasa, Ketua Golkar M.Sarmuji, Serukan Tetap Taat Prokes 

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) –  Mudik lebaran 1443 H (2022) diprediksikan bakal terjadi lonjakan besar. Ini menyusul Keputusan Pemerintah yang memberikan kesempatan masyarakat untuk mudik dan lebih longgar setelah Pandemi Covid-19 terus membaik.

    Wakil Ketua Komisi Vl DPR RI M. Sarmuji mengatakan meski mudik lebaran lebih longgar,  namun masyarakat diserukan tetap taat prokes (protokol kesehatan) dan dipastikan sudah swab antigen sehingga pulang kampung terasa lebih aman. tandas Cak Sar, sapaan akrap Sarmuji, Selasa (19/4/2022) malam.

    Didampingi Sekretaris DPD Sahat Tua Simanjuntak dan Bendahara Blegur Prijanggono, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Sarmuji menjelaskan, mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik itu, pemerintah juga sudah memberikan fasilitas mudik gratis terutama pada provinsi yang jumlah pekerjanya besar seperti Jabodetabek. Misal sepeda motornya dititipkan kapal laut, tapi orangnya ikut bus gratis,ini bagus.

    Baca juga :  Wagub Emil Napak Tilas Perjuangan Sang Kakek di Balikpapan

    Diluar Jabodetabek , Surabaya (Jatim) yang memiliki jumlah pekerja cukup besar kedua. Surabaya itu tempat tumpuhan orang mencari kerja. “Kami berharap Pemprov Jatim juga memberikan vasilitas mudik gratis seperti tahun tahun sebelum Covid-19,”  ucap Sarmuji.

    Dalam rapat kerja Komisi Vl DPR RI dengan BUMN kami kumpulkan semua BUMN baik BUMN transportasi, logistik maupun BUMN energi, kita cek kesiapannya, bahkan sampai hal yang kecil.

    Dicontohkan, Jasa Marga kita cek bagaimana toiletnya, jumlah toiletnya perlu ditambah dan kebersihannya. Komplen komplen masyrakat juga kita sampaikan. Lalu Pertamina juga kita cek apakah solarnya tersedia dan mencukupi di semua SPBU.

    Mudik kali ini kata Sarmuji, bukan mudik biasa karena mereka sudah sangat kangen dengan orang tuanya, saudaranya dan keluarganya. Potensi krodit di ruas jalan tol dan jalan non tol juga tinggi. Dinas Perhubungan tentu harus mengantisipasi lonjakan Pemudik ini yang diprediksikan bakal melimpah.

    Baca juga :  15 Anggota Eks JI Jatim Ikrar Setia NKRI dan Pancasila

    Menyinggung soal vaksinasi, Sarmuji menyatakan sebenarnya Pemerintah sudah membolehkan 2 x vaksinasi. Kalau kemudian harus ada tes antigen, saya memahami itu karena pasti akan terjadi kerumunan keruman. Pemprov Jatim kami sarankan membuat posko tes antigen di tempat pemberangkatan seperti terminal bus, kapal laut maupun Kereta Api (KA). (min)

    Reporter : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan