Jumat, 12 Agustus 2022
25.7 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriJelang Lebaran 2022, Bank Indonesia Mulai Siapkan Layanan Penukaran Uang Baru

    Jelang Lebaran 2022, Bank Indonesia Mulai Siapkan Layanan Penukaran Uang Baru

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Bank Indonesia (BI) Kediri menyediakan layanan penukaran uang pecahan kecil dan baru untuk kebutuhan lebaran di tahun 2022 ini melalui Kas Keliling.

    Pada tahun ini, BI Kediri menyiapkan kurang lebih Rp 4,5 triliun untuk penyediaan layanan penukaran uang. Besaran ini terbilang lebih besar bila dibandingkan dengan tahun 2021 kemarin yang menyediakan kurang lebih Rp 4,06 triliun.

    Untuk memenuhi permintaan masyarakat terhadap uang pecahan baru, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri menyiapkan uang kartal sebesar Rp 4,28 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan nominal yang disalurkan pada Lebaran tahun 2021.

    Saat menggelar Agenda ‘Ngabuburit Bareng Rekan Media’ pada Minggu, 17 April 2022 di Grand Panglima Resto Kota Kediri, Kepala Perwakilan BI Kediri, M. Choirur Rofiq, menyampaikan berbagai upaya pengendalian inflasi di Kota Kediri serta layanan penukaran uang selama Ramadan dan Idul Fitri 1443 H.

    Jelang Lebaran 2022, Bank Indonesia Mulai Siapkan Layanan Penukaran Uang Baru

    “Penyaluran uang pecahan baru ini meningkat daripada tahun sebelumnya, hal ini seiring momentum pemulihan ekonomi yang terus berlanjut, serta peningkatan transaksi masyarakat,” ujar Kepala Perwakilan BI Kediri, M. Choirur Rofiq, saat menggelar Agenda ‘Ngabuburit Bareng Rekan Media’, di Kota Kediri, Minggu (17/4/2022).

    Baca juga :  Bupati Kediri Berikan Pelatihan Penguatan SDM BUMDes

    Dirinya mengatakan, layanan penukaran Bank Indonesia bersama perbankan diselenggarakan dengan rincianPenukaran Uang Rusak di Kantor Perwakilan BI Kediri di Jl. Brawijaya no.2, Kota Kediri, setiap Hari Kamis. Kemudian, Layanan Kas Keliling BI tanggal 21 April 2022 di Pasar Setono Betek dan tanggal 28 April 2022 di Pasar Bandar, Kota Kediri.

    “Adapula Layanan Penukaran di 70 titik Perbankan di wilayah eks-Keresidenan Kediri dan Madiun, baik bank BUMN dan swasta, dengan jadwal penukaran sesuai kebijakan masing-masing bank antara tanggal 4-28 April 2022 (dapat dilihat di Instagram @bank_indonesia_kediri),” katanya.

    Sementara itu, Penukaran Uang Pecahan Kecil (UPK) tersebut dibatasi per paket maksimal Rp 3,8 juta untuk 1 (satu) KTP dengan rincian Pecahan Rp20.000 = Rp 2 juta (100 lembar);Pecahan Rp10.000 = Rp 1 juta (100 lembar); Pecahan Rp5.000 = Rp500 ribu (100 lembar); Pecahan Rp2.000 = Rp200 ribu (100 lembar); Pecahan Rp1.000 = Rp100 ribu (100 lembar).

    Baca juga :  Dinsos Kota Kediri Salurkan Bantuan Sosial kepada Puluhan ODKB

    Lanjut, Rofiq mengatakan, mengenai cara melakukan penukaran uang, baik berupa uang rusak dan layanan kas keliling dengan mengakses https://pintar.bi.go.id sebelum datang ke lokasi. Untuk penukaran uang di perbankan dengan cara melakukan penarikan di tempat masyarakat menabung.

    “Selain itu masyarakat bisa mengakses Aplikasi Pintar sebelum penukaran uang, yakni mulai H-7 dari jadwal penukaran dan ditutup sampai dengan kuota terpenuhi 100 (seratus) paket. Semua layanan penukaran ini gratis dan tidak dipungut biaya tambahan sepeser pun,” urainya.

    Lebih lanjut, dirinya menghimbau kepada masyarakat juga perlu mewaspadai peredaran uang palsu dengan mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah melalui metode 3D yakni dengan cara dilihat, diraba, diterawang, serta cinta, bangga, dan paham (CBP) Rupiah dengan 5 Jangan yani jangan dilipat, jangan diremas, jangan dicoret, jangan dibasahi, jangan disteples.

    Untuk, informasi resmi kegiatan dan layanan Kantor Perwakilan BI Kediri dapat diakses melalui media sosial Instagram: @bank_indonesia_kediri dan Youtube Channel: Bank Indonesia Kediri.

    Baca juga :  Pertama di Indonesia, Pemkab Kediri Kembangkan Nanas PK-1  Pembenihan

    Pada kesempatan ini, BI Kediri juga menyikapi perkembangan harga komoditas dan inflasi, tepatnya Kantor Perwakilan BI Kediri bersama Pemkot Kediri dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan upaya-upaya pengendalian inflasi melalui strategi 4K: antara lain ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif (Bijak Belanja), termasuk operasi pasar murni (OPM) yang digelar di 18 kelurahan secara bergilir antara tanggal 11-20 April 2022.

    “Berdasarkan perkembangan harga terkini, Kantor Perwakilan BI Kediri memperkirakan inflasi di bulan April 2022 tetap terjaga di kisaran 0,40 persen – 0,60 persen (mtm), mengingat meningkatnya permintaan dan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri, serta adanya kenaikan harga Pertamax secara terbatas,” ungkapnya.

    Terakhir, dirinya menambahkan, Kantor Perwakilan BI Kediri menyarankan, masyarakat untuk belanja bijak selama Ramadan dan Idul Fitri.

    Belanja bijak artinya, konsumen tidak berbelanja melebihi kebutuhan, karena ketika masyarakat belanja berlebih, permintaan meningkat, dan hukum pasarnya, harga-harga juga ikut meningkat. Bahkan bagi pedagang, jangan melakukan penimbunan dan jual barang dengan harga wajar. (Abi)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan