Selasa, 16 Agustus 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKhofifah, Jajaran OPD dan BUMD Serahkan Zakat Melalui Baznas 

    Khofifah, Jajaran OPD dan BUMD Serahkan Zakat Melalui Baznas 

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi menyerahkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jum’at (15/4/2022) sore.

    Tak sendiri, penyerahan zakat juga dilakukan Gubernur Khofifah secara kompak bersama jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. Mulai Pj Sekdaprov Jatim, para Kepala OPD, para Direktur BUMD, pimpinan instansi vertikal di Jatim, serta perwakilan perusahaan dan organisasi masyarakat yang ada di Jatim.

    Pembayaran zakat ini dilakukan di loket-loket yang telah disediakan oleh Baznas. Pembayaran zakat ini selain bisa dilakukan secara tunai, juga bisa dilakukan melalui pembayaran non tunai atau QRIS.

    Gubernur Khofifah mengatakan bahwa menunaikan zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam bila hartanya sudah mencapai Nisab dan Haulnya. Apalagi, membayar zakat memang merupakan kewajiban umat Islam jika sudah mencapai haul dan nisob nya.

    Baca juga :  Pemkot Surabaya Terima Bantuan 5000 Bibit Mangrove

    Khofifah juga turut mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Islam baik di lingkungan Pemprov Jatim maupun pemerintah kab/kota untuk bisa segera menunaikan zakat. Yakni melalui badan amil zakat atau lembaga penyalur zakat yang resmi, salah satunya Baznas.

    “Selain zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro, juga ada training terutama bagi para pelaku usaha yang baru. Sehingga kalau ada UMKM naik kelas maka SDM-nya juga harus disiapkan melalui berbagai pelatihan. Kami harap zakat produktif bisa meneteskan kesejahteraan bagi sesama pelaku usaha mikro dan ultra mikro,” katanya.

    “Ini adalah harapan baru bagi warga yang tadinya tidak berpengharapan bisa melanjutkan kuliah dengan mendapatkan besasiswa maka mereka bisa melanjutkan kuliah. Harapannya ini tentu diharapkan akan bisa memutus mata rantai kemiskinan di keluarga masing-masing sekaligus secara strategis meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Jatim,” kata Khofifah.

    Baca juga :  Peringatan Buat Perokok dan Vape, Mulai Minggu Depan Sudah Diterapkan Denda KTR

    Ketua Baznas Jatim KH M Roziqi mengatakan bahwasanya potensi zakat se Jatim kurang lebih Rp 487 miliar dalam kurun waktu setahun. Zakat ini terdiri dari ASN yang jumlahnya 458.197 orang dan juga perusahaan-perusahaan daerah/BUMD.

    Namun, lanjutnya, zakat, infaq dan sodaqoh yang berhasil dikumpulkan Baznas provinsi maupun Baznas kab/kota di Jatim pada tahun 2021 mencapai Rp 122 miliar atau baru 25%.

    Kemudian target pengumpulan untuk zakat, infaq dan shodaqoh Baznas Jawa Timur diharapkan bisa mencapai Rp 188 miliar dalam 1 tahun, atau naik 38,5 persen.

    “Kemudian potensi capaian khusus untuk Baznas provinsi Jawa Timur dengan jumlah ASN yang beragama Islam sekitar 30 ribu maka diperkirakan minimal kita bisa mendapatkan Rp. 87 miliar selama 1 tahun dan bahkan bisa ditambah dengan perusahaan-perusahaan daerah yang lain,” katanya.

    Baca juga :  Bersih-bersih Aliran Sungai Kalimas, Hasilkan Sampah 63 Ton

    “Selanjutnya hasil pengumpulan zakat infaq shodaqoh Baznas Jawa Timur tahun 2021 mencapai Rp 19 miliar dan selanjutnya, target Tahun 2022 kami berharap zakat di Jatim bisa mencapai Rp 31 miliar,” pungkasnya. (min)

    Reporter :

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan