Sabtu, 20 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriPetugas Marbot Musala Diduga Cabuli Sejumlah Anak Sekolah Dasar di Kediri

    Petugas Marbot Musala Diduga Cabuli Sejumlah Anak Sekolah Dasar di Kediri

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Petugas marbot Musola berinisial ST (74 tahun) dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Kediri Kota karena diduga melakukan pencabulan terhadap sejumlah anak dibawah umur.

    Diketahui, ibu rumah tangga berinisial MR melaporkan pria berinisial ST karena diduga telah melakukan pelecehan seksual.

    Menurut MR, anak-anak perempuan yang masih duduk di bangku SD. Bahkan, putri kandung MR juga ikut jadi korbannya.

    ST sendiri masih merupakan tetangga MR. Disinyalir Pelaku memberi iming-iming uang kepada para korbannya sehingga anak-anak yang polos itu menuruti nafsu bejatnya.

    “Saya datang ke Polresta Kediri ingin melaporkan adanya dugaan pelecehan di lingkungan tempat saya tinggal. Pelecehan seksual anak-anak dengan iming-iming dikasih uang Rp 2.000. Alhamdulillah dari pihak Polresta sudah dibuka jalan untuk diselesaikan secara hukum,” Ucap MR saat ditemui di Polres Kediri Kota, Jumat (15/4/2022).

    Baca juga :  Melalui FGD, Kediri Layak Disebut Mother of Nusantara

    Wanita berusia 40 tahun ini bercerita, korbannya dugaan pelecehan seksual oleh ST diperkirakan berjumlah enam anak.
    “Rata-rata masih kelas 1 SD. Ini baru enam korban yang terkuak. Pelakunya usia 74 tahun, yang bersangkutan bantu-bantu di mushola. Kayak bersih-bersih gitu,” Paparnya.

    Disinyalir Dugaan kasus pencabulan tersebut berlangsung sudah lama, tapi baru terbongkar pada 7 April 2022 lalu.

    “Baru terbongkar ada postingan dari grup (WA), terus saya tindak lanjuti bertanya kepada anak saya sendiri. Ini ada kejadian seperti itu, ‘Apakah kamu diperlakukan seperti ini’, saya tanya ke anak dan dijawab ‘iya bun’. Anak saya menyebut ‘Adik juga sama terus teman-teman adik juga,” Kata MR

    Baca juga :  Kukuhkan Paskibraka, Bupati Kediri: Jadilah Muda, Merdeka dan Berbudaya

    Tidak terima putrinya diperlakukan seperti itu, MR kemudian berinisiatif untuk melacak semua korban.

    “Ketika korban saya tanya secara pribadi menjawab, iya. Korban dikasih uang dan dipegang alat vitalnya. Maka dari itu saya minta keadilan. Alhamdulillah bapak polisi merespons dengan cepat,” Imbuhnya.

    “Saya di sini ingin memperjuangkan anak saya. Saya pingin anak saya berangkat mengaji aman dan salat ke mushola juga aman. Jika pelaku masih di luar kita sebagai orangtua khawatir. Hanya itu yang saya inginkan,” tegasnya.

    MR dan orangtua di lingkungan tempat tinggalnya kaget dan merasa heran mengetahui kejadian yang menimpa anak-anaknya.

    “Ada salah satu teman anak saya dia merasa sampai kesakitan lalu mengadu ke orangtuanya. Anunya dicubit. Dari situ saya syok mendengarnya,” urainya.

    Baca juga :  Lansia di Kabupaten Kediri Ditemukan Tewas Dalam Sumur

    Terpisah, Kabag Humas Polres Kediri Kota Ipda Nanang Setyawan menyampaikan, pihaknya telah menerima laporan tersebut.

    “Aduan sudah diterima nanti menunggu proses lebih lanjut dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak. Sementara laporan baru satu nunggu proses lebih lanjut. Korban saat ini tengah di visum,” Pungkasnya. (Abi)

    Petugas Marbot Musala Diduga Cabuli Sejumlah Anak Sekolah Dasar di Kediri
    Ibu korban MR sedang memberikan keterangan kepada sejumlah awak media di Polres Kediri Kota

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan