Sabtu, 20 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaTidak Ingin Mendengar di Toa Masa Aksi Dengarkan Langsung Jawaban Walikota Surabaya

    Tidak Ingin Mendengar di Toa Masa Aksi Dengarkan Langsung Jawaban Walikota Surabaya

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Mahasiswa Surabaya yang menamakan kelompok Cipayung Plus kota Surabaya . Mereka terdiri dari mahasiswa HMI, PMII, GMNI, GMKI, IMM dan SEMMI menggelar aksi demo di depan kantor Balai Kota Surabaya. Rabu (13/4). Didalam menyampaikan beberapa tuntutan, untuk didengar Walikota Surabaya.

    Adapun beberapa poin tuntutan aksi tersebut:

    1. Menolak kenaikan BBM. Apapun alasannya, kenaikan tersebut berdampak pada segala lini.

    2. Menolak Kenaikan Minyak Goreng tentu semuanya rugi termasuk pelaku Ekonomi.

    3. Menolak 3 Periode atau Pengunduran masa jabatan Presiden, Isu kenaikan BBM dan minyak goreng hanya sebuah gaya politik untuk memuluskan jalannya 3 Periode atau Pengunduran masa jabatan.

    4. Menolak kebijakan kenaikan PPN.

    Baca juga :  Meriah, Anggota Dewan Sebagai Spirit Lomba

    5. Perlunya ada kajian ulang terhadap IKN oleh pemerintah terkait UU dan dampak sosial Bagi masyarakat sekitar dan dampak terhadap ekonomi Masyarakat saat ini.

    Karena pengunjuk rasa sering mendengar suara Walikota dari Toa saat terhenti di lamu stopan.

    “Kami ingin bertemu Pak Eri, tidak hanya mendengar suaranya di lampu merah, kami minta pemkot mengawal isu ini sampai ke pusat. Kita akan menunggu apa yang akan dilakukan pemkot sampai satu minggu ke depan. Kalau tidak ada kejelasan, kami akan kesini lagi,” ungkapnya.

    “Saya harap Pak Wali Kota bisa menyelesaikan kasus ini, sebelum lebaran. Kalau tidak bisa, kami akan kesini lagi dengan kelompok yang lebih besar,” katanya.

    Baca juga :  Kolaborasi PMI dan Kwarda Pramuka Jatim Lakukan Pembinaan Generasi Muda

    Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui masa aksi mahasiswa di halaman Balai Kota. Ia siap mengawal tuntutan mahasiswa hinggak ke Pemerintah Pusat.

    “InsyaAllah akan saya kawal dan akan saya sampaikan kepada Pemerintah Provinsi dan juga Pemerintah Pusat. Terkait minyak goreng, kebijakan ini adalah kebijakan pusat, tugas kita mengawasi dan mengawalnya supaya tersalurkan ke pasar-pasar,” kata Eri.

    Ditempat yang sama Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono ,juga menemui masa aksi mahasiswa. Ia berjanji akan mengawal aspirasi masyarakat sampai berhasil.

    “Kita bertemu Pak Wali Kota memberikan jaminan akan kebijakan yang pro rakyat, DPRD akan mengawal Pemkot. Melalui saluran legislatif, juga kita semua berharap situasi saat ini masyarakat surabaya bisa ditangani sebaik-baiknya,” pungkasnya. (smj)

    Reporter : Sumarji

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan