Sabtu, 28 Mei 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPemkot Surabaya Evaluasi Layanan Hotel Asrama Haji

    Pemkot Surabaya Evaluasi Layanan Hotel Asrama Haji

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Sejak awal Januari 2022, kasus Covid-19 di Kota Surabaya naik lagi. Mengantisipasi itu, Pemkot Surabaya mengevaluasi layanan dan memperbaiki sejumlah fasilitas di Hotel Asrama Haji (HAH), Sukolilo.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ridwan Mubarun memastikan,  sejak awal Januari 2022, jajaran pemkot sudah memperbaiki Gedung Zam-zam, karena memang ada beberapa bagian bangunan gedung yang rusak.

    “Jadi, beberapa bagian di bangunan itu memang sedang kami perbaiki hingga saat ini. Insya Allah beberapa hari ke depan Gedung Zam-zam sudah selesai direnovasi. Lalu akan dilanjutkan di Gedung Shofa. Namun, renovasi itu lebih banyak dilakukan di luar kamar, karena yang banyak rusak memang di luar kamar. Kalau kamar-kamarnya yang ditempati para pasien itu tentu sangat layak huni,” tegas Ridwan, Rabu (2/2/2022).

    Baca juga :  Dinkes Jatim Fasilitasi Layanan Kesehatan Masyarakat Kepulauan Kangean

    Menurutnya, saat puncak gelombang 2 Covid-19 sedang menggila di Surabaya, dua gedung karantina itu, yakni Gedung Zam-zam dan Shofa menjadi rebutan banyak orang untuk karantina. Sebab, kamarnya bagus seperti hotel dan fasilitasnya lengkap.

    Namun, ketika Surabaya turun ke level 1 menyusul landainya pandemi, dan dua gedung itu tak lagi berpenghuni, fasilitas yang ada kurang diperhatikan.

    “Karena tak lagi berpenghuni, bangunannya kurang diperhatikan sehingga beberapa ada yang rusak. Sekarang, saat Covid menggila lagi, mau tak mau bangunanya harus diperbaiki, dan ini sudah dilakukan sejak januari kemarin. Ini sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus,” jelasnya.

    Untuk itu, lanjutnya, jika ada pasien yang kurang puas dengan fasilitas gedung itu hingga cerita dan viral di Twitter, ia pun memakluminya. Sebab, hingga saat ini memang masih dalam perbaikan. Bahkan, ia pun memastikan bahwa berbagai pelayanan di HAH terus dievaluasi secara berkala untuk melayani warga sebaik-baiknya.

    Baca juga :  Partai Demokrat Pastikan Reog Milik Bangsa Indonesia

    Ridwan mengaku sudah membaca cuitan salah satu pasien HAH di Twitter. Menurutnya, sejak awal pasien tersebut memang tidak mau diajak isolasi di HAH, sehingga tak heran jika semuanya dianggap tidak sempurna.

    “Ya mohon maaf, mungkin ada yang menilai sesuatu itu dengan kadar biasa, ada juga yang menilai harus perfect dan sebagainya, dan kita tidak bisa sampai se-perfect itu,” imbuhnya.

    Ridwan juga menjelaskan, jika pasien tersebut mengkritik tentang pelayanannya, hal itu karena petugas yang ada di sana jumlahnya berkurang, karena disesuaikan dengan pasien yang dilayani.

    Terkait tudingan tenaga kesehatan (nakes) yang slow respon, Ridwan menjelaskan bahwa ada kemungkinan nakes tersebut sedang menangani pasien lainnya.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Pastikan 15 Kab/Kota Jatim Zona Hijau PMK

    “Slow respon itu kita tidak bisa menilai satu orang semuanya seperti itu. Mungkin ketika dia butuh pelayanan, nakesnya sedang mengecek yang lain, sehingga agak lama. Jadi, mohon bersabar. Yang pasti, pemkot akan memberikan pelayanan terbaik bagi warga, terutama yang menjalani isolasi,” ujarnya. **

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan