Presiden mendayung perahu naga bersama Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PUPR Bosoeki Hadimoeljono, Ketua DPRD Sultra Abdrrahman Shaleh, sedangkan bertindak sebagai “drummer” Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Setelah Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi mengangkat bendera start, seketika perahu naga yang ditumpangi orang nomor satu di negeri ini melaju.

Para atlet dayung nasional lainnya yang menumpang perahu naga, perahu rowing, kayak, dan canoing ikut mengiringi perahu yang ditumpangi Presiden.

Mengutip dari Antara, sekitar 15 menit menyisir Bedungan Ladongi dengan pengawalan Kopaska TNI Angkatan Laut dan Tim Rescue Basarnas, mereka dengan perahunya kembali merapat ke dermaga utama.

Baca juga :  Baso Juherman Resmi Pimpin Pengprov Muaythai Jatim

“Saya mendayung perahu. Bendungan Ladongi bukan hanya untuk kebutuhan pengairan sawah tetapi juga bendungan ini untuk pembinaan atlet dayung,” kata Presiden.

Di sisi darat Bendungan Ladongi nampak pegiat layang-layang ikut memeriahkan peresmian Bendungan Ladongi tersebut.

Presiden Jokowi berada di Sulawesi Tenggara selama dua hari, serangkaian kunjungan kerja peresmian Bendungan Ladongi dan peresmian industri pemurnian nikel di kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe.(Antara)