Sabtu, 22 Januari 2022
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriLokakarya Kotaku, Momentum Sinergitas Penanganan Permukiman Kumuh di Kota Kediri

    Lokakarya Kotaku, Momentum Sinergitas Penanganan Permukiman Kumuh di Kota Kediri

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman melaksanakan kegiatan Lokakarya Program Kota Tanpa Kumuh tahun 2021 selama dua hari secara daring.

    Peserta dari Lokakarya tersebut terdiri dari Unsur Bappeda, Dinas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), OPD terkait, UPT kecamatan, Pemerintah Desa atau Kelurahan serta unsur penggiat lingkungan serta Badan/Lembaga Keswadayaan Masyarakat (BKM/LKM).

    Dalam kesempatan lokakarya tersebut di ikuti oleh puluhan partisipan masyarakat yang terlibat aktif di dalamnya.

    Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Kediri, Hadi Wahjono, menjelaskan, Pihaknya menyelenggarakan kegiatan lokakarya Kota tanpa Kumuh (Kotaku) tahun 2021 selama dua hari dilaksanakan secara daring atau online.

    Baca juga :  Tanggul Jebol, Bupati Kediri Instruksikan BPBD dan Dinas PU Sigap Perbaiki

    Kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah untuk membangun kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah dalam pengurangan kawasan kumuh secara berkelanjutan.

    Lokakarya Kotaku, Momentum Sinergitas Penanganan Permukiman Kumuh di Kota Kediri

    Program tersebut berasal dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR mengalokasikan bantuan untuk masyarakat. Bantuan bersifat stimulan, demi mendorong pemerintah daerah lebih proaktif menyelesaikan permasalahan kumuh.

    Berkenanan program tersebut, di Kota Kediri, kebijakan ini ditujukan terciptanya pemukiman layak huni, terciptanya kota tanpa kumuh, kebiasaan hidup yang bersih dan sehat serta terciptanya kualitas lingkungan yang nyaman.

    ” Program Kotaku mendukung pemerintah daerah sebagai pelaku utama penanganan pemukiman kumuh dan pemukiman layak huni secara berkelanjutan,,” tuturnya.

    Sehingga fokus pada kebijakan tersebut terkait implementasi pengurangan kumuh kawasan permukiman dan gerakan kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat. Ungkapnya. Kamis,(23/12/2021).

    Baca juga :  Gubernur Ridwan Kamil Tawarkan Desain Ulang Taman Brantas Kota Kediri

    Terpisah, Perwakilan Peserta dari LKM Karya Mandiri Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Dewi Nurma mengutarakan, perasaan bahagia karena turut serta dalam mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

    Baginya merupakan pengalaman dan mendapatkan ilmu baru berkenaan pengurangan kawasan kumuh secara berkelanjutan khususnya di wilayahnya dan Kota Kediri pada umumnya.

    Meskipun begitu ia berharap agar kegiatan selanjutnya. Bisa dilaksanakan secara tatap muka, guna meminimalisir gangguan yang terjadi ketika pada saat pemaparan akibat faktor non teknis.

    ” Saya ingin kegiatan selanjutnya, diselenggarakan secara langsung atau tatap muka. Untuk menghindari jaringan internet buruk kemudian, adanya peserta yang lupa mematikan microfon aplikasi zoom meeting miliknya sehingga, menyebabkan terganggunya konsentrasi peserta yang lain,” pungkasnya.(abi)

    Reporter : Moch Abi Madyan
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan