Kamis, 2 Desember 2021
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaJelang Nataru, Pemprov Jatim Mulai Antisipasi Lonjakan Covid-19

    Jelang Nataru, Pemprov Jatim Mulai Antisipasi Lonjakan Covid-19

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menyusun langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    Untuk itu, guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 jelang Nataru mendatang, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Provinsi bersama forkopimda dan bupati/walikota se-Jatim di Convention Hall, Grand City Surabaya, Senin.

    Gubernur Khofifah mengatakan, meski kasus Covid-19 saat ini melandai dan terus menurun, masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protkes. Masyarakat diminta untuk tidak lengah, karena saat ini masih dalam pandemi Covid-19. Pemerintah Daerah (Pemda) bersama Forkopimda pun diminta untuk melakukan upaya akseleratif vaksinasi.

    “Bisa dengan pendekatan kultural serta kearifan lokal lainnya. Saya rasa seluruh Kepala Daerah ditingkat Kab/Kota pasti paham dan memiliki caranya tersendiri dalam melakukan upaya akseleratif yang inovatif tersebut.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah, ASN Harus Menjadi Motor Penggerak Birokrasi yang Inovatif

    Dihadapan para undangan yang hadir, Gubernur Khofifah mewaspadai para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan masuk ke Jatim melalui pintu pintu non penerbangan internasional. Seperti disinyalir di Malaysia dan Singapura ditemukan varian baru Covid-19 yakni AY.4.2 yang sudah terdeteksi disana.

    Untuk itu, Khofifah meminta kepada Kapolda dan Pangdam membantu koordinasi dengan Pemda tempat transito perihal wilayah perlintasan antar provinsi. Kedatangan para PMI disinyalir dapat melalui pelayaran dilanjutkan penerbangan domestik, terlebih ketika penerbangan internasional melalui Bandara Internasional Juanda masih ditutup.

    Selain bentuk kewaspadaan di area pintu masuk, Khofifah juga menyatakan bahwa kabupaten/kota harus segera menyiapkan operasi yustisi secara random utamanya sebagai kesiap siagaan menjelang Nataru.

    Baca juga :  Ribuan Buruh Desak Gubernur Jatim Jalankan Putusan Mahkamah Konstitusi

    “Kondisi antisipatif ini menjadi format untuk bersiap mengantisipasi Natal dan Tahun baru,” ungkapnya.

    Ia mengatakan, meski gelombang kepulangan PMI yang masif ini belum terjadi, tindakan preventif dan pengawasan sudah harus digencarkan. Terutama dari jalur Malaysia ke Indonesia yang bisa melalui banyak pintu.

    Khofifah pun turut mengajak Kabupaten/Kota yang ada di Jatim untuk menjaga dan meningkatkan vaksinasi, serta secara akseleratif menggenjot vaksinasi untuk lansia.

    “Harus ada akselerasi, perlu ada percepatan yang didorong. Baik itu vaksinatornya ditambah, tenaga adminnya, layanannya ditingkatkan, kita harus bersinergi bersama untuk mengatasi semua kendala,” katanya.

    Di kesempatan ini, Khofifah juga menyampaikan kabar-kabar baik seputar update Covid-19 di Jatim. Diantaranya, perekonomian Jatim yang tumbuh quartal to quartal sebesar 2,26% berdasarkan data BPS per 5 November 2021. Pertumbuhan q to q sebesar 2,26 % ini berada di atas rata- rata nasional yaitu 1,,55 %.

    Baca juga :  Mendagri Tito Karnavian, Teknologi Digital Mengubah Mindset Pejabat di Daerah

    Tak hanya itu, data dari BPS juga menunjukkan bahwa pengangguran di Jatim juga mengalami penurunan sebanyak 0,1 % dimana penurunan terbesar di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan yaitu sebesar 1,33%.

    Rakor di hadiri Kapolda Jatim, Pangdam V brawijaya, Kajati Jatim , Ketua Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Nasional, Plh. Sekdaprov Jatim,Bupati/Walikota beserta Kapolres dan Dandim serta Kajari se Jatim. (min/sr)

    Reporter : Amin Istighfarin
    Penulis :
    Editor : Samuel Ruung
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan