Kamis, 2 Desember 2021
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaRapat Gubernur Kalbar Usir Perwakilan 20 Perusahaan Sawit, Ketua DPD RI: Wajar...

    Rapat Gubernur Kalbar Usir Perwakilan 20 Perusahaan Sawit, Ketua DPD RI: Wajar Karena Harus Berpihak ke Rakyat

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) –Langkah Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengusir perwakilan 20 perusahaan sawit dalam rapat di Pemprov Kalbar mendapat tanggapan beragam. Saat diminta pendapatnya, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai sikap tersebut sangat wajar.

    Bagi LaNyalla, seorang kepala daerah memang harus berpihak pada kepentingan rakyat.

    “Sikap yang diperlihatkan Gubernur Kalimantan Barat sangat wajar. Karena, sikap itu adalah bentuk kekecewaan beliau terhadap situasi bencana banjir di daerahnya, termasuk kepada para wakil dari perusahaan kelapa sawit,” kata LaNyalla, saat kunjungan dapil di Jawa Timur, Rabu (10/11/2021).

    Dalam penilaian LaNyalla, pihak perusahaan kelapa sawit pun seharusnya mengerti kondisi daerah tempat mereka berusaha.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah, ASN Harus Menjadi Motor Penggerak Birokrasi yang Inovatif

    “Harus ada kepedulian, khususnya pada masyarakat. Pihak perusahaan sudah seharusnya sensitif dengan kondisi yang ada di daerah. Jangan hanya terkesan mencari untung, tetapi tidak mau membantu sekitar,” katanya.

    Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, perusahaan harus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah.

    “Ada hal-hal dimana perusahaan dan pemerintah daerah bersinergi. Khususnya untuk membantu masyarakat. Kepedulian ini harus dibentuk,” katanya.

    Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menumpahkan kekecewaannya kepada 20 perusahaan sawit yang beroperasi di wilayahnya.

    20 Persahaan yang ia panggil, diharapkan membantu warga yang terdampak banjir. Namun, ke-20 perusahaan itu tak ada yang sudi memenuhi permintaan Sutarmidji dengan berbagai alasan. Sutarmidji pun geram dan mengusir mereka.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Harapkan  Seluruh Kabupaten/Kota di Jatim Bertransformasi Jadi Smart City

    Menurut Sutarmidji, puluhan perusahaan itu tidak mempunyai nurani dan tanggung jawab. Padahal, kata dia, bencana hidrologi yang terjadi di Kalbar kemungkinan disebabkan deforestasi oleh aktivitas tambang dan perkebunan sawit.(*)

    Reporter : Nuriyah Maslaha
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan