Minggu, 17 Oktober 2021
26 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanJumat dan Sabtu Angka Kematian Akibat Covid-19 Capai Titik Terendah

    Jumat dan Sabtu Angka Kematian Akibat Covid-19 Capai Titik Terendah

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Angka kematian akibat Covid-19 di Jawa Timur dalam dua hari yakni Jumat dan Sabtu mencapai titik terendah. Berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, pada hari Jumat (8/10/2021) terdapat 7 kasus, sementara pada Sabtu (9/10/2021) terdapat 8 kasus.

    Beberapa kabupaten/kota yang masih berkontribusi adanya kematian masing-masing Kota Batu, Kota Surabaya, Kab. Probolinggo, Kab. Jember, Kab. Malang, Kota Blitar, Kab. Ponorogo, dan Kab. Nganjuk. Masing-masing kabupaten/kota tersebut terdapat 1 kasus kematian.

    Sedangkan untuk 30 kabupaten/kota lainnya di Jatim tercatat nihil kasus kematian Covid-19. Artinya sudah 78,95% daerah di Jatim terdapat 0 (nol) kasus kematian.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meyatakan terimakasih dan bersyukur atas kerja keras, sinergi, do’a serta kolaborasi dari tenaga kesehatan, pemkab/pemko dan Forkopimda se-Jatim, serta seluruh elemen strategis masyarakat.

    Baca juga :  Partai UKM Indonesia Akan Kibarkan Bendera Serentak se-Indonesia

    “Terima kasih atas kerja keras dari para nakes, bupati/walikota, forkopimda, dan semua pihak meski sebelumnya jumlah penambahan kasus kematian terendah 10-15 orang. Alhamdulillah, dua hari ini tercatat di bawah 10 kasus dan merupakan kasus dengan jumlah penambahan kematian terendah selama pandemi,” ungkap Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (9/10/2021) malam.

    Alhamdulillah, 30 kabupaten/kota di Jatim tercatat 0 (nol) penambahan kasus kematian. Tambahnya lagi

    Rendahnya penambahan kasus Covid-1 dipicu adanya respon yang adequate (memadai). Respon ini dibagi tiga yaitu kapasitas tracing yang cukup, ditunjang jumlah testing yang memadai mencapai 170 ribu per minggu, serta positivity rate yang rendah mencapai 0,49%/minggu.

    Baca juga :  Khofifah Akan Tradisikan Ziarah ke RM Suryo, RP Moh. Noer dan Bung Karno

    “Dampaknya kasus-kasus terkonfirmasi positif bisa ditemukan lebih awal, sehingga isolasi bisa cepat dilakukan, dan kemungkinan kasus-kasus menyebar pada orang berisiko tinggi bisa dihambat. Dengan demikian kematian bisa ditekan,”papar Mantan Mensos RI.

    Khofifah menyatakan, tracing yang tinggi di Jatim sudah diangka 22,52 rasio kontak erat/kasus konfirmasi membuat kasus-kasus terkonfirmasi bisa direm, supaya tidak menulari kepada mereka yang berisiko tinggi atau komorbid. Sehingga mereka tidak tertular Covid-19 dengan gejala berat.

    Selain itu, kata Khofifah, BOR RS yang cukup rendah bahkan menurut RS On line Kemenkes RI per tanggal 9 Oktober 2021 menunjukkan BOR ICU Covid-19 komulatif Jawa Timur tercatat 7 %, Isolasi 4 % dan RS. Darurat Covid-19 tercatat 2 %.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Raih Lencana Kehormatan Kepala Daerah Pemimpin Perubahan dari LAN

    Sebagaimana diketahui sesuai standar dari WHO (organisasi kesehatan dunia) bahwa BOR harus dibawah 60%. Dengan demikian maka BOR di Jawa Timur baik ICU, Isolasi maupun RSDC sudah sangat jauh dibawan rekomendasi WHO yaitu dibawah 60 %.

    Meski demikian, Khofifah tidak pernah berhenti mengingatkan sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan percepatan vaksinasi. Ini penting, karena kedisiplinan menjalankan prokes dan percepatan vaksinasi menjadi salah satu kunci untuk melindungi diri kita dan orang di sekeliling kita dari penularan Covid-19. (*)

    Reporter : Teguh Safrianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan