Minggu, 17 Oktober 2021
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKetum MUI Jadi Saksi Pernikahan Ammar dan Aliyah

    Ketum MUI Jadi Saksi Pernikahan Ammar dan Aliyah

    l

    SURABAYA, WartaTransparansi.com – Pelaksanaan pernikahan dengan protokol kesehatan (Prokes) pada masa transisi menuju kenormalan baru berlangsung hikmad dan meriah.

    Ratusan undangan pria dan wanita dengan tempat berbeda di Ballroom Golden City, Jl H Abdul Wahab Siamin 2-3 Surabaya, mengikuti acara sesuai dengan Prokes dan disiplin menjaga jarak.

    Ketua Umum MUI KH. Miftachul Akhyar menjadi saksi dari mempelai pria Ammar bin Awod Maretan menikah dengan Aliyah binti Ahmad Taufiq Baridwan, Sabtu (2/10/2021)

    Prof Zaki Baridwan mewakili tuan rumah Ahmad Taufiq Baridwan menyampaikan terima kasih atas kehadiran undangan dan bantuan doa restu untuk mempelai berdua.

    Juga menyampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan dalam penyelenggaraan acara akad nikah pada masa pandemi Covid-19.

    Baca juga :  Alumni ITB Bantu Ventilator dan Beasiswa Bagi Anak Terdampak Covid-19

    KH Abdullah Al-Jaidi, Ketua MUI bidang Pendikan dan Dewan Syuro Al-Irsyad Al-Islamiyyah diantara wejangan dalam ceramahnya mengatakan bahwa pernikahan merupakan peristiwa
    yang bukan hanya kita yang hadir melihat sebagai saksi, tetapi juga melakukan ibadah karena Allah SWT.

    Bagi mempelajari pria Ammar, menurut Abdullah Al-Jaidi, menerima
    amanah seorang putri yang sebentar lagi diserahkan oleh orangtuanya, merupakan amanat dunia dan akhirat, sehingga wajib dipergauli sang istri dengan baik, bukan hanya kebutuhan jasmani tetapi ada nilai-nilai ibadah.

    Abdullah Al-Jaidi menjelaskan, pernikahan dan amanah sebagai suami, dalam membentuk rumah tangga berusaha menuju keridlaan Allah dan perintah Allah, itulah ibadah, lelaki yang melaksanakan pernikahan dan berhubungan badan mendapat pahala. Apalagi nilai-nilai ibadah yang lain

    Baca juga :  Tersisa 4 Kabupaten/Kota Level 2, Selebihnya Level 1

    “Syukuri wahai Amar peristiwa sakral ini , peristiwa yang disaksikan para Malaikat. Didiklah istri menuju keridlaan Allah, hidup rukun cintah kasih sayang (sakinah mawaddah) wa rahmah dunia akhirat,” tandasnya.

    Dijelaskan, bahwa kesuksesan membina hubungan jangan melihat kekurangannya, tetapi ditutupi dengan melihat kebaikan.

    “Selesaikan semua urusan dengan sabar dan sholat.
    Senantiasa menyelesaikan masalah dengan kesabaran akan menjadi baik. Dan sholat merupakan wujud menjalin komunikasi dengan Allah,” katanya.

    Suasana pernikahan Ammar dan Aliyah dengan disaksikan para ulama dan kiai pada masa pandemi Covid-19 dengan Prokes ketat dan disiplin, patut dicontoh pada perhelatan yang sama pada masa transisi menuju kenormalan baru. (JT)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan