Kediri  

Rumor Limbah Meluber, Ini Penjelasan PG Pesantren Baru dan Kepolisian

Rumor Limbah Meluber, Ini Penjelasan PG Pesantren Baru dan Kepolisian
FOTO :  Lokasi penampungan milik PG Pesantren Baru, hingga tidak mampu menampung air hujan dan meluber ke jalan (foto/wartatransparansi/bud)

KEDIRI (WartaTransparansi.com)-  Tingginya curah hujan akhirnya berdampak terhadap saluran air hujan milik PG.Pesantren Baru, hingga tidak mampu menampung air hujan. Dari kelebihan air tersebut, meluber menuju saluran air jatuhan (pendingin condensor).

Selanjutnya, saluran air jatuhan tersebut juga tidak mampu menampung, hingga meluber ke area got atau selokan depan pabrik dan sebagian jalanan. Air ini, termasuk air non polutan, tetapi memiliki temperature sekitar 40’ sampai 42’ C atau sekitar 38 C setelah tercampur air hujan.

Dari situ, seakan muncul kabut atau tampak asap yang timbul disebabkan perbedaan suhu air tersebut dengan suhu lingkungan sekitar 29’ C. Sehingga, terjadi proses evaporasi. Air tersebut dikategorikan air pendingin bukan limbah B3 ataupun non B3 dan juga tidak mengandung bahan kimia.

Mursid Asman, Asisten Manager Lingkungan PG Pesantren Baru, menegaskan, memang saat kejadian yang berlangsung, Minggu (12/9), sempat muncul pemberitaan, air tersebut mengandung amoniak.

Dipastikan, berita itu tidak benar dan Pabrik Gula Pesantren Baru tidak menggunakan bahan pembantu proses amoniak ataupun memproduksi amoniak” kata Mursid Asman, Asisten Manager Lingkungan PG Pesantren Baru, dalam keterangan yang diterima, Senin petang (13/9)

Menurut dia, menindak lanjuti peristiwa tersebut PG Pesantren Baru menempuh beberapa hal, diantaranya, meningkatkan monitoring level air jatuhan, dan persiapan pompa untuk pengurasan saluran air hujan.