Rabu, 20 Oktober 2021
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKota Surabaya Zona Oranye, Bulan Depan Kuning

    Kota Surabaya Zona Oranye, Bulan Depan Kuning

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kota Surabaya telah masuk zona oranye. Meski begitu, upaya pencegahan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terus dilakukan bersama Forkopimda Pemprov Jatim dan Forkopimda Kota Surabaya guna mengejar dan meraih zona kuning, sebulan ke depan.

    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, meskipun Surabaya sudah masuk dalam zona oranye, tetapi hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus berjuang agar Kota Pahlawan segera terbebas dari Covid-19.

    Bahkan, rencananya pada hari Senin mendatang akan menggelar rapat membahas strategi percepatan Kota Pahlawan agar segera menjadi zona kuning.

    “Hari Senin depan kami akan mengadakan rapat dengan Forkopimda semuanya, untuk membahas bagaimana Surabaya ini segera turun dari zona oranye menjadi zona kuning dalam waktu satu bulan,” kata Eri, Jumat (13/8/2021).

    Baca juga :  Maulid Nabi, Gubernur Khofifah Ajak Umat Islam Sempurnakan Akhlak

    Bagi dia, saat ini Kota Surabaya harus segera menjadi zona kuning. Sebab, itu penting dilakukan agar perekonomian kembali bergerak dan kesejahteraan warga Surabaya bisa segera terwujud. Makanya, ia bersama Forkopimda akan berjuang mati-matian untuk berada di titik tersebut.

    “Gotong-royong panjenengan adalah semangat bagi kami dan itulah yang membuat kami terus bergerak,” ujarnya.

    Ia memastikan, untuk mencapai zona kuning dirinya akan memotong dari hulu hingga hilirnya. Mulai dari penyiapan Bed Occupancy Ratio (BOR) di setiap rumah sakit.

    Kemudian, seluruh jajaran Forkopimda akan turun untuk melakukan sosialisasi dan pengertian kepada warga untuk tetap disiplin protokol kesehatan (prokes) di mana pun berada hingga berbagai strategi lainnya yang akan segera dilakukannya.

    Baca juga :  Tersisa 4 Kabupaten/Kota Level 2, Selebihnya Level 1

    “Kalau hulunya kita potong dan hilirnya kita siapkan Insyaallah selesai. Untuk BOR, alhamdulillah kita sudah siapkan,” urainya.

    Ia menghitung, berdasarkan data yang tercatat, hari ini BOR di Surabaya sudah turun menjadi 65 persen. Bahkan, menurut Eri angka tersebut dapat terus ditekan dengan menyediakan BOR yang mencukupi untuk pasien Covid-19.

    Misalnya, RSUD dr Moh Sowandhie menyiapkan 50 persen BOR nya untuk pasien Covid-19, namun apabila tidak digunakan, maka bed tersebut dapat digunakan bagi pasien dengan penyakit lain.

    “Lalu untuk tambahan tenaga kesehatan (nakes) di Surabaya saya kira cukup karena nakesnya tidak hanya dari pemkot saja. Tetapi gabungan dari TNI, Polri dan klinik kejaksaan, lalu ada juga nakes dari RS se-Surabaya. Ini lah kegotong royongan,” jelasnya.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Bagi-Bagi Ratusan Paket Sembako 

    Untuk mensukseskan semua itu, ia memohon doa kepada seluruh warga Surabaya agar semua dapat berjalan lancar.

    Baginya, kebersamaan akan menjadi semakin baru apabila warga dan seluruh pimpinan bersatu berjuang menyusun langkah ke depan, terutama bagaimana mempercepat Surabaya menjadi zona kuning dan hijau ke depannya.

    “Kami mohon doanya panjenengan semua. Kami jajaran pemkot terus berjuang bersama Forkopimda dalam menyusun langkah ke depan bagaimana zona kuning dan hijau, sehingga ekonomi Kota Surabaya bisa bergerak lagi,” imbuhnya. **

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan