Selasa, 19 Oktober 2021
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWali Kota Eri Minta RT/RW Aktif Pantau Kondisi Warganya 

    Wali Kota Eri Minta RT/RW Aktif Pantau Kondisi Warganya 

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) –Wali Kota Eri Cahyadi meminta kepada RT/RW se Surabaya untuk lebih aktif lagi memantau kondisi warganya. Terutama bagi masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.

    Itu disampaikan Eri saat menggelar pertemuan virtual dengan para RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), camat, lurah serta kepala puskesmas se-Surabaya, Selasa (13/7/2021).

    Eri meminta keaktifan seluruh anggota RT/RW untuk menjalin komunikasi yang intens kepada warga. Apabila ditemukan warga yang bergejala Covid-19 seperti sesak nafas, demam tinggi, batuk, maka wajib dibawa ke puskesmas terdekat pada saat itu juga.

    “Langsung bawa ke puskesmas. Insya Allah hari ini puskesmas mulai buka 24 jam. Nanti di sana akan diperiksa sekaligus tes swab antigen,” katanya.

    Baca juga :  Tersisa 4 Kabupaten/Kota Level 2, Selebihnya Level 1

    Jika swab antigen hasilnya dinyatakan negatif, Eri meminta keikhlasan warga untuk langsung menjalani isolasi bagi yang bergejala ringan dan mendapatkan obat-obatan sesuai dengan keluhannya. Sedangkan, yang mengalami gejala sedang atau berat maka akan langsung dirujuk ke rumah sakit.

    “Jadi kita tidak perlu menunggu hasil swab PCR baru isolasi. Nanti malah semakin menularkan orang-orang sekitar kita,” ujarnya.

    Agar penularan Covid-19 ini terhenti, katanya, maka pada saat warga merasa badannya tidak enak, wajib langsung dibawa ke puskesmas terdekat. Itu penting dilakukan, agar pada saat warga periksa baik ke puskesmas maupun rumah sakit tidak dengan kondisi yang sudah parah.

    Eri pun kembali menekankan agar RT/RW tak lelah memantau kondisi warganya.

    Baca juga :  Alumni ITB Bantu Ventilator dan Beasiswa Bagi Anak Terdampak Covid-19

    “Ini akan sia-sia kalau RT/RW-nya tidak tahu berapa warganya yang tidak enak badan atau sedang sakit. Jangan sampai ada warga yang tidak tertangani. Kita sudah menambah ambulance dan jam operasional puskesmas 24 jam. Jadi saya nyuwun tulung RT/RW diskusi ke kelurahan dan kecamatan. Intinya kalau ada yang sakit warganya langsung dibawa ke puskesmas,” jelas dia.

    Ia juga memastikan, jam operasional puskesmas 24 jam non stop itu, didampingi oleh perwakilan petugas kelurahan/kecamatan serta Satpol PP. Sehingga, jika sewaktu-waktu warga membutuhkan pertolongan baik pertolongan medis hingga penjemputan pasien atau jenazah, bisa ditangani dengan segera.

    “Jadi saya minta setiap puskesmas disiapkan petugas kelurahan/kecamatan dan Satpol PP. Ini harus ditangani secara bersama-sama. Kita maksimalkan untuk menyelematkan warga Surabaya,” katanya mengingatkan.

    Baca juga :  Sekretaris DPD Golkar Jatim Sahat: Dewan Juri Harus Obyektif

    Seusai pertemuan, Eri langsung menghubungi Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset, Noer Oemarijati untuk menyulap beberapa mobil dinas dijadikan ambulance.

    “Ibu tolong nanti kursi yang bagian belakang diambil saja. Lalu tambahkan sirine di atasnya. Kita gunakan mobil dinas untuk ambulance,” ujar Eri.

    Terakhir, ia berpesan kepada seluruh warga Kota Pahlawan agar memperketat prokes. Termasuk mengurangi mobilitas. Jika tidak terlalu penting maka sebaiknya tidak perlu keluar rumah. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan