Selasa, 3 Agustus 2021
30 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanKadinkes Jatim Sebut Vaksin Covid-19 Tak Berbayar

    Kadinkes Jatim Sebut Vaksin Covid-19 Tak Berbayar

    Surabaya ( WartaTransparansi com) – Munculnya kabar salah satu BUMN bidang farmasi yakni PT Kimia Farma bakal menyediakan layanan vaksinasi gotong royong (VGR) individu atau vaksinasi berbayar mulai Senin (12/7) besok. Nampaknya ditanggapi dingin Dinkes Jatim, sebab kabar tersebut bertolak belakang dengan konsep awal yakni menggratiskan vaksin Covid-19.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, dr Herlin Ferliana memastikan bahwa tidak ada vaksin-19 berbayar dan dijual di apotek. “Tidak ada vaksin yang bisa dijual di Apotek, termasuk di Kimia Farma,” tegas katanya saat dikonfirmasi Minggu (11/7/2021).

    Dia mengaku mengaku belum mengetahui secara pasti terkait kabar Apotik Kimia Farma bakal menjual vaksin dan melayani vaksinasi Covid-19 dengan berbayar alias tidak gratis. “Kami akan konfirmasikan dulu dengan Menkes. Karena konsep awal itu vaksin Covid-19 gratis. Jika ikut gotong royong, yang membelikan perusahaan, tetapi pegawainya tetap gratis,” ungkap Herlin Ferlianaa.

    Baca juga :  Pengurusan Layanan Adminduk Tidak Perlu Sertakan Sertifikat Vaksinasi Covid

    Sekedar diketahui, Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansyuri mengatakan program vaksinasi gotong royong individu akan dimulai dengan mengizinkan Kimia Farma menjual vaksin di kliniknya. Harapannya bisa mempercepat tercapainya kekebalan kamunitas atau herd immunity.

    “Pelayanan vaksinasi individu oleh Kimia Farma Group ini merupakan upaya untuk mengakselerasi penerapan vaksinasi Gotong Royong dalam membantu program vaksinasi Indonesia untuk mencapai herd immunity secepat-cepatnya,” kata Pahala seperti dikutip dari akun resmi Instagram @kementerianbumn di Jakarta, Sabtu (10/7/2021).

    Ia mengatakan Kimia Farma sebagai bagian dari Holding BUMN Farmasi berkomitmen untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh pihak untuk mempercepat vaksinasi nasional baik melalui vaksinasi gotong royong perusahaan maupun individu.

    Baca juga :  Varian Delta Plus Terdeteksi, Pemerintah Harus Perkuat WGS dan Anggaran Penelitian

    Kementerian BUMN mengapresiasi inisiatif PT Kimia Farma Tbk/KF yang akan membuka klinik vaksinasi individual secara resmi pada Senin (12/7) besok. Inisiatif itu dipandang sebagai usaha untuk mendukung percepatan vaksinasi Covid-19.

    VGR individu ini sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 18 Tahun 2021 tentang perubahan atas Permenkes No. 10/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

    Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk, Ganti Winarno Putro juga menyatakan pelayanan program vaksinasi gotong royong berbayar bagi individu sudah bisa diakses di delapan jaringan Klinik Kimia Farma.

    Ganti Winarno menambahkan saat ini sedang dilakukan pembukaan pelayanan di delapan klinik secara bertahap dalam pelayanan vaksinasi berbayar bagi individu di Klinik Kimia Farma. Penyediaan layanan tersebut, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

    Baca juga :  Wakil Ketua Komisi Vlll DPR: Usut Tuntas Oknum Pemotong Dana Bansos

    Pada poin kesatu dari peraturan tersebut, menetapkan besaran harga pembelian vaksin produksi Sinopharm melalui penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam pelaksanaan pengadaan vaksin Covid-19 dan tarif maksimal pelayanan untuk pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong. Harga pembelian vaksin ditetapkan sebesar Rp 321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis. (*)

    Reporter : Teguh Safrianto
    Penulis :
    Editor : Amin Istighfarin
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan