Selasa, 3 Agustus 2021
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPuan Tinjau RS Lapangan Tembak Surabaya, Beri Apresiasi Wali Kota

    Puan Tinjau RS Lapangan Tembak Surabaya, Beri Apresiasi Wali Kota

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Ketua DPR RI Dr. (HC) Puan Maharani meninjau Rumah Sakit Darurat Lapangan Tembak Kedung Cowek, Surabaya, Kamis (8/7/2021). Rumah sakit tersebut didirikan Pemerintah Kota Surabaya untuk menambah ruang perawatan pasien Covid-19.

    Dalam kunjungan kerjanya hari ini, Puan didampingi Ketua Badan Anggaran DPR RI MH Said Abdullah, Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi VIII Diah Pitaloka, dan Wakil Ketua Komisi XI Dolfie O.F.P. Tampak mendampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan Forkopimda Jatim.

    Eri langsung mengajak Puan Maharani beserta rombongan meninjau IGD yang sudah siap dioperasionalkan. Beberapa alat di dalamnya juga ditunjukkan.

    “Jadi, ini IGD-nya Bu, baru datang langsung kita masukkan di sini dulu baru ke kamar-kamar lain,” kata Wali Kota Eri kepada Puan.

    Rombongan juga diajak meninjau salah satu ruangan yang luas dan sudah dilengkap fasilitas medisnya, mulai dari bed dan peralatan lainnya.



    “Ini persiapan menyiapkan semua ini hanya beberapa hari saja Bu, kita kebut,” imbuh Eri.

    Ia menjelaskan tentang berbagai fasilitas yang telah disiapkan di rumah sakit tersebut, supaya para pasien atau warga yang menjalani isolasi di tempat tersebut tetap aman dan nyaman. Ia juga mengaku, rencananya Rumah Sakit Lapangan Tembak itu akan dioperasikan mulai hari ini.

    Baca juga :  Stakeholder Gotong Royong Mengatasi Pandemi Covid-19 Surabaya

    Sementara itu, Puan mengapresiasi terobosan dan langkah cepat dari Wali Kota dalam menyiapkan RS Lapangan Tembak. Sebab, rumah sakit seperti itulah yang memang dibutuhkan saat ini dan menjadi concern DPR RI.

    “Rumah-rumah sakit darurat harus disiapkan untuk menampung lonjakan pasien Covid-19, dengan tetap memenuhi standar dan kelayakan sebagai tempat perawatan,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu.

    Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu menuturkan, dalam situasi darurat seperti saat ini, dapat dipertimbangkan menambah kapasitas rumah sakit dengan cara mengaktifkan Kapal Rumah Sakit TNI Angkatan Laut atau KRI DR Suharso dan kapal-kapal Pelni yang dapat dimodifikasi menjadi kapal rumah sakit.

    “Kalau memang BOR di daerah-daerah tertentu sudah melebihi 80 persen, ya selain rumah sakit darurat yang ada di darat, mungkin bisa juga dilakukan di laut. Bisa juga memodifikasi kapal-kapal yang ada di Pelni untuk kemudian dijadikan rumah sakit darurat juga,” tegasnya.

    Ia juga menyebut, berdasarkan monitoring dan pengawasan, penanganan pandemi Covid-19 di hulu memiliki sejumlah catatan yang perlu segera diperbaiki dan diantisipasi. Yakni ketersediaan ruang perawatan pasien, ketersediaan oksigen dan obat-obatan, tenaga dan alat kesehatan, pelaksanaan PPKM Darurat, penegakan aturan yang tegas, terukur, tanpa pandang bulu;  perkuat komunikasi publik dan sosialisasi sehingga masyarakat paham akan bahaya virus Corona dan penanganannya.

    Baca juga :  Sukses Gelar Vaksinasi Massal, Pangkoarmada II Puji Wali Kota Surabaya

    Dalam kondisi sekarang ini, memang butuh pemikiran dan terobosan-terobosan yang out of the box. Tidak bisa lagi cuma normatif saja, tapi apa yang bisa dilakukan untuk membantu masyarakat harus segera dilakukan, sehingga sense of emergency (rasa darurat) bisa berjalan.

    “Saya apresiasi kepada Pak Wali Kota bahwa itu yang memang menjadi concern kami. Saya sudah menyampaikan ke pemerintah seruan itu,” kata Puan.

    Di samping itu, Puan juga merasa takjub ketika tahu bahwa persiapan RS Lapangan Tembak itu hanya dilakukan beberapa hari, kurang dari seminggu. Apalagi, dalam beberapa hari itu sudah bisa menyiapkan semua fasilitasnya, mulai dari bed yang sudah 500 lebih dan sudah diantisipasi tempias air hujannya, hingga sirkulasi udaranya. Sebab, dia tidak ingin ketika sirkulasi udaranya tidak diantisipasi, penanganannya akan dipingpong, yang satu sembuh yang satu lagi tertular.

    Baca juga :  Vaksin Kosong, Hambat Target Herd Immunity Kota Surabaya

    “Ternyata Pak Wali Kota menyampaikan bahwa semua itu sudah diantisipasi, bahkan sudah dicoba tidak akan tempias. Nah, hal-hal seperti itu memang perlu gotong-royong dari kita semuanya untuk menyelesaikan masalah seperti ini,” tegasnya.

    Meskipun tidak terlalu maksimal, tapi paling tidak sebagai pemerintah yang ada di daerah masing-masing, sudah bisa memberikan terobosan-terobosan yang bisa membuat masyarakat merasa nyaman untuk berkoordinasi dengan pemerintahannya.

    “Ayo kita terus bergotong-royong dalam mengatasi pandemi ini,” tukasnya.

    Selain meninjau RS Lapangan Tembak Kedung Cowek, Puan juga meninjau pelaksanaan vaksinasi di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya. Vaksinasi itu dimulai pada 6-11 Juli 2021 dengan target 20.000 orang per hari dan melibatkan 1.109 petugas vaksinasi dengan 836 tenaga kesehatan. Hingga 7 Juli 2021, tercatat sudah 24.895 orang menerima vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya tersebut.

    Setelah meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Puan dan Anggota DPR RI yang mendampinginya akan mendengar paparan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengenai penanganan pandemi Covid-19 di Jawa Timur. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan