Selasa, 3 Agustus 2021
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaTemui Gubernur, Eri Sampaikan Aspirasi Warga Madura  

    Temui Gubernur, Eri Sampaikan Aspirasi Warga Madura  

    SURABAYA (WartaTrasparansi.com) – Usai menerima pendemo, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi langsung menemui Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Senin (21/6/2021).

    Saat bertemu Gubernur, Eri didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo, dan sejumlah pejabat Pemkot Surabaya.

    Seusai bertemu Gubernur, Eri mengatakan bahwa sudah menyampaikan semua aspirasi massa Koalisi Masyarakat Madura.

    Menurutnya, apa yang diinginkan oleh massa aksi itu sebenarnya hampir sama dengan arahan dari Gubernur Jatim yang mana fokus pada pengamanan di tingkat desa atau kecamatan.

    “Sehingga nanti melakukan pengamanan daerah itu dengan sifat ke desa atau kecamatan, dan itu sudah dilakukan di Surabaya, dan di Surabaya dilakukan di kelurahan, jadi di kelurahan-kelurahan itu dijaga,” tegasnya.

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Minta Bupati/Wali Kota Segera Cairkan Dana Insentif Nakes

    Ia menegaskan, jika ini bisa berjalan di Bangkalan dan kasusnya sudah mulai landai, maka bisa jadi tidak perlu lagi melakukan penyekatan di Suramadu. Namun begitu, ia memastikan bahwa semuanya nanti akan dirapatkan lebih lanjut.

    “In sya Allah akan diambil keputusannya oleh Pak Panglima TNI harus seperti apa, apakah harus tetap dilakukan penyekatan dulu atau sudah dikuatkan mulai hari ini di tingkat desa, setelah itu tidak perlu lagi penyekatan. Jadi, kita tunggu arahan dari Pak Panglima, in sya Allah kita akan siap jalankan,” tegasnya.

    Sebenarnya, lanjut dia, di Bangkalan itu sudah bisa melakukan seperti apa yang telah dilakukan di Surabaya. Yakni, pengamanan di tingkat desa atau kecamatan, sehingga bisa berjalan pengamanannya di masing-masing daerahnya.

    Baca juga :  Peminat Sepi, Pendaftaran Calon Direksi PDAM Surabaya Diperpanjang

    “Alhamdulillah teman-teman (massa aksi) yang tadi saya temui juga ingin ikut membantu, karena mereka juga menyampaikan bahwa sebenarnya itu bisa dilakukan di tingkat desa, sehingga tidak perlu lagi dilakukan di jalan utama. Saya sepakat itu, sehingga yang menjaga adalah warganya sendiri,” ujarnya.

    Ia mengaku akan mengajak sejumlah massa aksi untuk bertemu dengan Bupati Bangkalan supaya bisa menyampaikan aspirasinya itu. Harapannya, itu bisa diselesaikan di Bangkalan, sehingga tidak ada lagi penyekatan di jalan, tapi di masing-masing wilayahnya.

    “Jadi, soal penyekatan itu masih dievaluasi oleh Panglima sekaligus ini menunggu kesiapan Bangkalan. Insyallah kalau besok sudah siap Bangkalan bahwa posisinya di setiap desa dilakukan penjagaan, maka di jalan umum itu tidak perlu lagi,” imbuhnya.

    Baca juga :  Warga Surabaya Diminta Kibarkan Bendera Merah Putih 1 Bulan, Pakai Pin, dan Putar Lagu Perjuangan

    Eri juga menegaskan bahwa di Surabaya itu sifatnya hanya menunggu Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang telah ditetapkan oleh Forkopimda Jatim. Menurutnya, kalau warga sudah bisa menunjukkan SIKM itu, maka tidak perlu lagi dilakukan tes di Surabaya.

    “Kalau sudah ada SIKM itu, ya sudah lah lepas aja. Karena yang di Surabaya ini hanyalah perbantuan dari Bangkalan, kalau sudah dilakukan di sana semuanya, ya di Surabaya tidak perlu lagi dilakukan,” tegasnya.

    Sedangkan terkait bagaimana proses penerbitan SIKM di Bangkalan,  Eri mengaku mempercayakan kepada internal Kabupaten Bangkalan. Karena itu kewenangan Bangkalan melakukan PPKM mikronya seperti apa. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly Aljufri
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan