Minggu, 1 Agustus 2021
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaOrmas dan Tokoh Madura Dukung Penanganan Pandemi Surabaya dan Bangkalan

    Ormas dan Tokoh Madura Dukung Penanganan Pandemi Surabaya dan Bangkalan

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kota Surabaya menerima audiensi sejumlah tokoh dan organisasi masyarakat (ormas) dari Madura, Kamis (17/6/2021). Audiensi di Kantor Bagian Humas ini, bertujuan menyamakan persepsi dan langkah dalam upaya memutus mata rantai Covid-19.

    Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, bahwa ada beberapa poin yang dibahas dalam audiensi ini.

    Pertama adalah meluruskan adanya soal isu diskriminasi yang muncul karena penerapan penyekatan di akses Suramadu.

    “Ada yang terkait diskriminasi, tapi bukan menyangkut ras (golongan). Diskriminasi yang dianggap oleh mereka (ormas) adalah diskriminasi kebijakan yang dilakukan pemerintah kota,” kata Irvan.

    Menurutnya, ada ormas menilai bahwa kebijakan penyekatan di akses Suramadu sisi Surabaya ini bentuk diskriminasi kebijakan. Namun, setelah diberikan pemahaman, akhirnya mereka menyadari bahwasanya kebijakan tersebut bukanlah sebuah diskriminasi.

    Baca juga :  TNI AL Siapkan RS Lapangan di Surabaya Ringankan Beban Pemkot

    “Tapi memang sebuah upaya untuk memutus mata rantai dan mereka memahami. Karena kan tidak bisa keluar dari 3T. Testing, Tracing dan Treatment,” ujarnya.

    Apalagi, lanjut Irvan, semua sudah dikoordinasikan dan persetujuan dengan beberapa pemangku kepentingan. Baik itu Gubernur Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya maupun Kapolda Jatim.

    “Apalagi Pak Wali Kota selalu menyatakan bahwasanya Bangkalan, Madura ini satu kesatuan dengan Surabaya. Karena banyak juga warga dari Madura yang tinggal dan mencari nafkah di Surabaya,” ungkapnya.

    Irvan juga mengungkapkan, dalam audiensi, salah satu ormas juga meminta adanya pelonggaran masa berlaku hasil swab serta percepatan proses screening di penyekatan.

    “Jadi memang sudah ada percepatan yang dilakukan oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) Surabaya. Contohnya swab antigen cukup menunggu 15 menit. Dan swab PCR pun itu tidak menunggu hari lagi, tapi jam,” terangnya.

    Baca juga :  Surabaya Kota Layak Anak 2021, Penghargaan Keempat Kategori Utama

    Ia mengungkapkan, Satgas Covid-19 Surabaya terus melakukan evaluasi terkait penyekatan di akses Suramadu. Bahkan, evaluasi ini juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Bangkalan serta Pemprov Jatim, dan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan.

    Irvan menegaskan, hasil dari audiensi, semua ormas dan tokoh Madura yang hadir menyatakan sepakat untuk membantu pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Terlebih, mereka juga siap membantu petugas di penyekatan dan menyosialisasikan pentingnya protokol kesehatan kepada masyarakat.

    Di tempat sama, Ketua Umum Aliansi Madura Perantau (AMP), Nawadi mengakui, isu diskriminasi yang sempat viral hanya pemelintiran.

    “Audiensi ini dilakukan bukan untuk mencari siapa yang salah dan benar. Tapi, bagaimana ke depan dapat saling bahu membahu dan kerja sama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” katanya.

    “Mulai sekarang kita berkomitmen, dengan elemen masyarakat, dengan seluruh organisasi Madura. Kita bahu membahu, kita gotong royong terjun ke lapangan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat Madura,” tambahnya.

    Baca juga :  Eri: Warga yang Masih Menolak Rumah Sehat Bisa Memahami Manfaatnya

    Sedangkan Ketua Madura Asli (Madas), Berlian Ismail Marzuki, juga siap menyosialisasikan kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan.

    “Kita kepingin semua orang Madura patuhi prokes. Masalah yang viral barusan itu hanya karena miskomunikasi. Jadi takutnya, dari pihak masyarakat Madura, ekonomi kena. Karena apa? di lapangan sebetulnya bukan masalah ekonomi, tapi masalah prosedural, swab,” terangnya.

    Korlap Aksi Gerakan Selamatkan Jatim (GAS Jatim), Bob Hasan menyampaikan, bahwa aksi yang dilakukannya ini merupakan bentuk aspirasi dari beberapa elemen masyarakat Madura. Pihaknya hanya ingin agar penyekatan ini jangan sampai menyebabkan kerumunan. Karena itu, dia mendorong pemerintah agar pelaksanaan swab di akses Suramadu tidak hanya dilakukan satu titik lokasi. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly Aljufri
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan