Sabtu, 31 Juli 2021
25 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanAdies Kadir Sentil Over Hunian dalam Lapas

    Adies Kadir Sentil Over Hunian dalam Lapas

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan (rutan) di Indonesia saat ini, mengalami situasi mengkhawatirkan. Permasalahan itu tidak kunjung selesai dari tahun-tahun sebelumnya.

    Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir. “Masalah utamanya adalah implikasi dari kelebihan penghuni dan overcrowding yang dialami sebagaian besar lapas di Indonesia,” ujarnya di Lapas Kelas II A Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (17/6/2021).

    Karena itu, lanjut dia, Komisi III meninjau langsung ke lapas-lapas besar yang ada untuk melihat langsung permasalahan yang sedang terjadi.

    Kelebihan penghuni yang dimaksud ialah, situasi di mana ada kelebihan kapasitas di lapas atau ketika jumlah narapidana lebih banyak ketimbang jumlah ruang/kapasitas penjara maupun lapas yang tersedia. Dalam arti jumlah narapidana tidak sebanding dengan jumlah ketersediaan ruangan lapas.

    Baca juga :  MUI Diharapkan Lebih Berperan Mengedukasi Umat

    “Kelebihan penghuni itu kan akibat kesalahan penanganan setiap tahanan dari polisi, kejaksaan dan lainnya disatukan. Berbagai macam masalah tindak pidana disatukan, tidak dibeda-bedakan. Hal ini yang menjadi masalah utama mengapa lapas ini overcrowding,” kata Adies.

    Politisi Golkar dapil Jawa Timur I ini menyampaikan, mestinya setiap kasus narkoba harus dipisah, tidak boleh disatukan dengan kasus lainnya. Sebab terdapat golongan masyarakat pengguna narkoba yang ada mulai dari pemakai, pengedar dan bandar.

    “Ini juga menjadi salah satu penyebab kenapa lapas itu over karena kasus narkoba saja digabung. Harusnya dipisah karena ada pengguna yang coba-coba kemudian pengedar bahkan bandar, apalagi anak muda sekarang ini kan ada yang hanya coba-coba harusnya dibedakan,” katanya.***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly Aljufri
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan