Sabtu, 31 Juli 2021
33 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaAlhamdulillah! Ribuan ASN Pemkot Jadi Orang Tua Asuh Anak MBR Surabaya

    Alhamdulillah! Ribuan ASN Pemkot Jadi Orang Tua Asuh Anak MBR Surabaya

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Imbauan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar ASN di Pemkot Surabaya menjadi orang tua asuh anak-anak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), terealisasi. Hingga Senin (14/6/2021), tercatat 1.753 ASN telah mendaftar menjadi orang tua asuh untuk 2.416 anak.

    “Alhamdulillah sampai hari ini, Senin 14 Juni 2021, sekitar pukul 09.26 WIB, sudah ada sebanyak 1.753 pegawai yang menjadi donatur. Mereka akan menanggung 2.416 anak asuh dari kalangan anak-anak MBR. Jumlah ini akan terus bertambah seiring berjalannya waktu,” kata Eri di ruang kerjanya.

    Menurutnya, para donatur atau pegawai Pemkot Surabaya itu akan menyisihkan penghasilannya Rp 125 ribu setiap bulannya, dan akan berlaku sampai 3 tahun atau sampai anak itu lulus sekolah.

    Baca juga :  Surabaya Kota Layak Anak 2021, Penghargaan Keempat Kategori Utama

    “Ini zakat penghasilan kita. Bisa dibayangkan kalau ini disatukan untuk membantu anak asuh ini, pasti mereka akan sangat terbantu di tengah pandemi ini,” tegasnya.

    Melalui program ini, Eri mengaku ingin menumbuhkan rasa gotong-royong dan terus memupuk rasa cinta kasih kepada sesama. Makanya, program ini diawali dari lingkungan ASN di Pemkot Surabaya, termasuk Wali Kota Eri. “Gotong-royong dan cinta kasih inilah yang akan menjadi awal kebangkitan sebuah kota dan negara,” ujarnya.

    Bagi Eri, jika sudah punya rasa gotong-royong dan cinta kasih yang tinggi, maka dia yakin berbagai masalah di Kota Surabaya akan bisa diatasi.

    “In sya Allah bisa menyelesaikan berbagai masalah di Surabaya. Ini yang kita lakukan hari ini,” imbuhnya.

    Baca juga :  Peminat Sepi, Pendaftaran Calon Direksi PDAM Surabaya Diperpanjang

    Eri juga menjelaskan bahwa program anak asuh ini sebenarnya sudah ada sebelumnya dan sudah menggandeng beberapa perusahaan yang memberikan CSR-nya. Bagi dia, dalam membangun sebuah kota, harus melibatkan semua stakeholder, ia sadar pemerintah tidak bisa berjalan sendirian.

    “Alhamdulillah ketika semua stakeholder itu menjadi satu bagian, kita sampaikan semua permasalahan Kota Surabaya bisa diatasi, karena semuanya sudah hadir untuk membantu Surabaya. Dan itulah yang selalu saya katakan bahwa kehadiran semua stakeholder ini adalah keberhasilan sebuah kota,” tegasnya. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly Aljufri
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan