Rabu, 23 Juni 2021
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaProses Vaksinasi ODGJ Butuh Kesabaran

    Proses Vaksinasi ODGJ Butuh Kesabaran

    SURABYA (WartaTransparansi.com) – Butuh perjuangan dalam percepatan pelaksanaan vaksinasi tahap III di Surabaya. Apalagi, sasaran pasien yang divaksin kali ini, adalah masyarakat rentan yakni Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), disabilitas, serta Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

    Kepala Puskesmas Rangkah Dwiastuti Setyorini menceritakan, berbagai pengalaman menariknya saat door to door mendatangi rumah pasien ODGJ dan disabilitas.

    Di sana, ia mengaku membutuhkan waktu yang tidak sebentar demi membujuk pasien agar tidak terjadi penolakan saat proses vaksinasi. Bahkan, sebelum berkomunikasi dengan pasien, Ririn memastikan telah mendapat persetujuan dari keluarganya terlebih dahulu.

    “Kita meminta izin dahulu kepada anggota keluarganya. Menjelaskan pentingnya vaksin, kita juga terangkan bahwa ODGJ dan disabilitas termasuk kelompok yang rentan. Makanya, harus menerima vaksin lebih dahulu,” kata Dwiastuti Setyorini, di sela-sela kegiatannya, Minggu  (6/6/2021).

    Baca juga :  Beasiswa Pendidikan Anak MBR Tembus Rp3,8 M dari CSR Perusahaan

    Ririn-sapaan akrab Dwiastuti Setyorini menjelaskan, setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga, dia didampingi oleh Satgas Covid-19 di masing-masing wilayah itu ikut membantu membujuk pasien. Seperti hari ini, dia bersama timnya keliling door to door ke rumah pasien di sekitar Bogen, Kelurahan Ploso.

    “Para pasien ini bisa dibujuk berkat bantuan satgas juga. Karena satgasnya adalah tokoh masyarakat yang mengayomi wilayahnya itu, jadi lebih mudah dalam memberikan pemahaman,” ujarnya.

    Dalam sehari, Ririn tidak bisa memastikan berapa jumlah pasien yang dapat disuntik vaksin. Namun begitu, dia bersama timnya akan terus mempercepat pelaksanaan vaksin di wilayah tiga kelurahan yang menjadi cakupan Puskesmas Rangkah.

    Ia merinci, berdasarkan data per hari ini, jumlah pasien disabilitas yang sudah divaksin mencapai 72 pasien. Sedangkan untuk pasien ODGJ berjumlah 10 orang.

    Baca juga :  Dilantik H Imam Utomo S, Wawali Adi Wibowo Ketua PMI Kota Pasuruan

    “Karena wilayah kami totalnya ODGJ sekitar 86 orang. Jadi sisanya kami akan terus kebut agar lekas selesai. Tentunya dengan cara humanis dengan durasi waktu yang berbeda-beda. Tetapi sejauh ini tetap aman terkendali,” jelasnya.

    Hal yang sama juga dirasakan oleh Kepala Puskesmas Tambakrejo Yekti Hapsari. Dia memastikan proses vaksinasi untuk wilayahnya setiap hari dilakukan secara bertahap.

    Selain itu, Yekti menegaskan, total sasaran di wilayah puskesmas tersebut, sebanyak 65 orang ODGJ dan 75 penyandang disabilitas. “Alhamdulillah untuk yang ODGJ sudah tervaksin sebanyak 17 orang dan disabilitasnya 13 orang,” kata Yekti Hapsari.

    Setiap pagi mulai pukul 08.00 – 13.00 Wib, dia berkeliling ke rumah-rumah pasien untuk memasifkan proses vaksinasi itu. Alhasil, pelan tapi pasti dalam sehari ini setidaknya, ada 12 orang  ODGJ yang berhasil disuntik.

    Baca juga :  Koalisi Masyarakat Madura Demo Hentikan Rapid Antigen di Suramadu 

    “Lalu nanti untuk penjadwalan vaksin kedua, kami hubungi keluarganya. Semua ini terasa lebih mudah karena satgas Covid-19 setempat ikut membantu,” jelasnya.

    Di samping itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita memaparkan, berdasarkan data kumulatif, jumlah pasien yang divaksin sudah mencapai 1.131.051 jiwa.

    Dia merinci, untuk Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) berjumlah 91.748 orang. Kemudian pelayanan publik berjumlah 636.322 orang, lalu untuk lansia 399.684 orang.

    Berikutnya, untuk ODGJ dan disabilitas totalnya adalah 1.465 orang. Terakhir masyarakat umum pra lansia sudah mencapai 1.832 orang. ***

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : Wetly Aljufri
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan