Selasa, 21 September 2021
26 C
Surabaya
More
    OpiniTajukMaulid Soekarno, Meneladani Perjuangan Sepanjang Hayat
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Maulid Soekarno, Meneladani Perjuangan Sepanjang Hayat

    Seratus Duapuluh tahun silam, di kampung Peneleh Surabaya,  dilahirkan 6 Juni 1901, Koesno Sosrodihardjo dalam suasana penjajahan dan organisasi pergerakan mulai melakukan aktivitas, bayi calon proklamator Negara Kesatuan Indonesia itu menghirup udara cikal bakal Kota Pahlawan Surabaya.

    Sebuah perenungan atau kontemplasi ketika mengenang maulid (kelahiran) Soekarno, ialah bahwa seorang pejuang sepanjang hayat dilahirkan dekat pusat keramaian Surabaya waktu itu, alon-alon Contong Surabaya, rumah perkumpulan para pemikir dan pejuang, kota tempat resolusi jihad, Kota Pahlawan, dan maghnit penyebaran agama Islam menjadi kekuatan nusantara dari Raden Rahmat (Sunan Ampel).

    Menandai maulid Soekarno, Presiden RI Kelima, Megawati Soekarnoputri, bersama Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto meresmikan patung Presiden RI Pertama Soekarno atau Bung Karno di Lapangan Bela Negara Kemhan RI, Jakarta Pusat, Minggu (6/6/2021).

    Sebagai salah satu putri Bung Karno, Megawati menyampaikan, bahwa keluarga besar Bung Karno mengucapkan terima kasih kepada negara khususnya kepada Menhan Prabowo Subianto atas peresmian patung tersebut.

    Megawati menilai, momentum ini tidak hanya mengingatkan seluruh perjuangan Putra Sang Fajar tersebut bagi seluruh ide, gagasan, cita-cita dan perjuangan bagi bangsa dan negara Indonesia tercinta.

    Baca juga :  Soekano, Megawati, Puan dalam Keajaiban dan Kalkulasi Politik

    Cita-cita Agung Soekarno membangun masyarakat dunia merdeka dan seimbang, ketika menggelar
    Konferensi Asia-Afrika, kemudian pemikiran besar itu
    diterima oleh PBB melalui UNESCO menjadi sebuah heritage of the world.

    Bung Karno sebagai
    sosok karismatik dengan kepiawian diplomasi maupun juga pidato begitu menggelegar. Didukung kecerdasan setidaknya menguasai 10 bahasa, yakni Belanda, Inggris, Jerman, Arab, Prancis, Jepang, Jawa, Sunda, Bali, Melayu.

    Jejak sebagai tetenger Soekarno di luar negeri, ada pohon Soekarno di Arafah, ada masjid biru Soekarno di Rusia (dulu Uni Soviet), nama jalan di Ibu Kota Maroko. Nama Soekarno juga dipakai untuk Soekarno Square Khyber Bazar di Pakistan, Soekarno Bazar di Lahore, Jalan Ahmed Soekarno di Mesir. Soekarno sedang naik kuda sepanjang masa, meneruskan perjuangan untuk bangsa Indonesia juga bangsa-bangsa di dunia.

    Selain kutu buku, semua pemikiran tentang Indonesia dan dunia, dituangkan Bung Karno dalam berbagai buku penting seperti;
    Indonesia Menggugat, Di bawah Bendera Revolusi, hingga Sarinah.

    Baca juga :  Tiga Fokus PMI Jatim Perkuat Kehidupan Normal Baru

    Sebagai insinyur Soekarno, melahirkan bangunan bersejarah seperti
    Gelora Bung Karno, Monas, Masjid Istiqlal, Wisma Nusantara dan Hotel Indonesia. Bahkan, juga dinobatkan sebagai pemimpin terbaik dunia sepanjang sejarah, mengalahkan Barack Obama, Vladimir Putin dan Ronald Reagan, menurut Theranking.com pada 2013.

    Maulid Soekarno sebagai pejuang sejati dalam perjuangan sepanjang hayat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sebuah
    penekanan sesuai harapan Putra Sang Fajar membangun pertanian tangguh dan petani yang makmur serta sejahtera.

    Dalam pemikiran Bung Karno, langkah negara untuk memuliakan kaum petani, kaum Marhaen dan menjadikan sektor pertanian sebagai bagian penting dari strategi pembangunan semesta berencana adalah langkah utama untuk menerapkan praktik ekonomi berdikari.

    Bung Karno melakukan berbagai hal untuk mendorong ketahanan pangan rakyat Indonesia. Selain kebijakan dan regulasi, beliau melakukan juga riset mendalam dengan mengumpulkan resep-resep masakan Indonesia lebih dari 1000 masakan yang kemudian beliau bukukan dengan judul Mustika Rasa Indonesia.

    Buku ini diterbitkan pada tahun 1964 dan kemudian diterbitkan ulang pada tahun 1967. Juga dalam kesenian, semangat komitemen ketahanan pangan Bung Karno dimunculkan dalam lagu ciptaan Bapak, Bersuka Ria. Dalam lirik: Siapa bilang Bapak dari Blitar, Bapak kita dari Prambanan, siapa bilang Rakyat kita lapar Indonesia banyak makanan!

    Baca juga :  Hebat Bermartabat Kota Pahlawan Zona Kuning dan Level1

    Provinsi Jawa Timur sebagai tempat kelahiran sekaligus tempat dimana Bung Karno di semayamkan akan terus berbenah dan berjuang untuk meneruskan dan mengawal komitmen terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan, nasib kaum petani dan marhaen, sebagai bagian penting dari kemandirian ekonomi Indonesia.

    Sebagai bukti, Provinsi Jawa Timur menduduki peringat pertama penghasil padi terbesar di Indonesia dengan total 9.944.538 ton GKG atau setara 5.712.597 ton beras.

    Khofifah juga menjelaskan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) yang melakukan pendataan dengan mengunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) menyebutkan bahwa Jatim menduduki peringkat pertama dengan luas panen 1.754.380 ha menghasilkan padi 9.944.538 ton GKG atau setara 5.712.597 ton beras.

    Meneladani Soekarno sebagai pejuang dengan catatan perjuangan sepanjang hayat, mengenang 120 tahun kelahiran Putra Sang Fajar, tentu saja cukup banyak pemikiran dan pengabdian untuk bangsa dan negara Indonesia. Juga perjuangan sejati sepanjang hayat untuk bangsa-bangsa di dunia bersama merdeka sepanjang masa.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan