Rabu, 22 September 2021
33 C
Surabaya
More
    NasionalJokowi Ingatkan Pusat-Daerah agar Lebih Sensitif Membuat Kebijakan Bencana

    Jokowi Ingatkan Pusat-Daerah agar Lebih Sensitif Membuat Kebijakan Bencana

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Presiden Joko Widodo mengingatkan berbagai unsur dan elemen pemerintahan, baik pusat dan daerah agar lebih sensitif dalam menghadapi kondisi Indonesia yang berisiko tinggi bencana.

    Indonesia menurutnya, harus bersiap dengan sigap membuat kebijakan bencana dengan detail dan komprehensif.

    “Negara kita Indonesia harus mempersiapkan diri dengan membuat kebijakan antisipasi yang betul-betul terencana dengan baik, detail, dan komprehensif,” kata Jokowi dalam acara Rakornas Penanggulangan Bencana Tahun 2021 secara virtual di Istana Negara, Rabu (3/3/2021).

    Untuk diketahui, Indonesia masuk dalam jajaran 35 negara di dunia yang rawan risiko bencana. Di tahun 2020, Jokowi menyampakan Indonesia mengalami lebih dari 3000 kejadian bencana.

    “Saya melihat kunci utama dalam mengurangi risiko terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana yang selalu saya sampaikan berulang. Pencegahan jangan sampai terlambat. Ini bukan berarti aspek lain dalam mamajemen bencana tidak kita perhatikan, bukan itu. Tapi jangan sampai kita hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi,” ujarnya.

    Baca juga :  Pasar Tradisional Mulai Bergeliat, Ketua DPD RI Minta Prioritas Vaksin ke Pedagang

    Jokowi menyebut, dirinya tidak ingin melihat bawahannya baru sibuk dan kocar kacir atau saling menyalahkan setelah terjadi bencana. Menurutnya segala bentuk pencegahan dan penanggulangan bencana sudah tertuang dalam Peraturan Presiden No 87 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Penanggulangan Bencana.

    Rencana induk tersebut harus bisa diaplikasikan dalam kebijakan dan perencanaan termasuk pembangunan. Salah satu contoh yaitu mengenai tata ruang wiayah yang hars memperhatikan peta kerawanan bencana. Kebijaka pencegahan dan penanganan bencana yang sudah berjalan menurut Jokowi juga harus diaudit.

    “Grand design itu harus bisa diturunkan dalam kebijakan-kebijakan, dalam perencanaan-perencanaan termasuk tata ruang yang sensitif dan memperhatikan aspek kerawanan bencana, serta dilanjutkan dengan audit dan pengendalian kebijakan dan tata ruang yang berjalan di lapangan, bukan di atas kertas saja. Ini sudah berulang-ulang saya sampaikan,” jelasnya.

    Baca juga :  Pasar Tradisional Mulai Bergeliat, Ketua DPD RI Minta Prioritas Vaksin ke Pedagang

    Bagi Jokowi, setahun belakangan ini menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran berharga, karena Indonesia telah mendapatkan pelajaran berharga mengenai pencegahan dan penanganan bencana, baik bencana alam maupun bencana non alam, yaitu pandemi Covid-19.

    “Pengalaman ini harus kita jadikan momentum untuk memperkokoh ketangguhan kita dalam menghadapi segala bentuk bencana,” tandasnya. (wt)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan