Minggu, 19 September 2021
25 C
Surabaya
More
    OlahragaSOP Ketat Prokes di Kompetisi Liga 1 dan 2

    SOP Ketat Prokes di Kompetisi Liga 1 dan 2

    Jakarta (Wartatransparansi.com) – PSSI membuat Standart Operating Procedure (SOP) protokol kesehatan yang sangat ketat di Liga 1 dan Liga 2 2021. Hal itu disampaikan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat melakukan pertemuan secara virtual kepada pihak klub Liga 1 dan Liga 2, serta pimpinan seluruh suporter Indonesia.

    Selain PSSI, Direktur PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita, dan Menpora Zainudin Amali juga turut hadir dalam pertemuan yang disiarkan dari Jakarta, Kamis (18/2/20) siang WIB. Pertemuan tersebut membahas persiapan turnamen pramusim, serta kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2021 dengan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

    Terkait prokes, PSSI menunjuk PT LIB selaku penanggung jawab kompetisi untuk menerapkan protokol dengan sangat ketat. Bukan hanya prokes standar dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, PSSI memutuskan untuk melakukan swab test langsung pada hari pertandingan.

    Hal tersebut diputuskan oleh agar pemain dan perangkat pertandingan benar-benar negatif Covid-19 dan aman ketika memasuki stadion. “Kita siapkan swab test dengan PCR/antigen dan atau GeNose jam 9 pagi kepada pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan jam 9 pagi di hotel setelah mereka makan agar safe sesuai protokol,” kata Mochamad Iriawan.

    Baca juga :  Jumpa PSM, Persebaya Siapkan Tim Terbaik

    “Jadi, begitu masuk stadion mereka pasti negatif.” katua PSSI Mochamad Iriawan (tengah) memberi keterangan pers seusai rapat kordinasi pengkajian terhadap usulan penyelenggaraan kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2 di kantor Kemenpora Jakarta, Rabu (10/02/21) sore.

    Lebih rinci, seluruh personel panitia pelaksana pertandingan di stadion termasuk sopir bus pemain dan minibus wasit juga akan melakukan Swab pada hari H. Jika ada pihak yang positif virus corona, mereka akan langsung diisolasi di kamar hotel yang telah disediakan oleh Satgas Covid-19. Tak hanya itu, pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan pun akan tetap dicek suhu tubuhnya ketika memasuki stadion.

    Apabila terdapat seseorang yang memiliki suhu tubuh mencapai 37,5 derajat celcius, mereka dilarang masuk ke dalam stadion. PSSI telah menerapkan protokol ini pada pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia baik di dalam maupun luar negeri. Alhasil, skuad Garuda pun aman dari Covid-19 dan bisa terus melakukan TC. PSSI pun berharap hal serupa juga dapat terjadi ketika pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 musim 2021.  Nantinya, prokes yang telah dibuat akan diuji coba pada turnamen pramusim Piala Menpora 2021 yang tak lain juga sebagai ajang pemanasan kompetisi. (sr)

    Baca juga :  Voli Putri Jatim Ambisi Rebut Emas PON XX

     

    SOP Sebelum Bertanding.

    a: 1. Pengecekan perlengkapan pemain oleh wasit dilakukan saat pemain keluar ruang ganti.

    1. Pemain cadangan dan ofisial duduk di bench dengan menjaga jarak sesuai dengan jumlah 18 personel per tim (10 cadangan, 8 ofisial).
    2. Tidak ada player escort (anak kecil yang mengiringi pemain ke lapangan).
    3. Saat PSSI Anthem dimulai, kedua tim memasuki lapangan dengan berjarak 1 meter di antara pemain satu tim.
    4. Tidak ada jabat tangan VIP, Tidak ada jabat tangan antara tim dan wasit (Berbeda dengan situasi normal).
    5. Foto tim tetap menjaga jarak antar pemain

     

    SOP Saat Bertanding:

    1. Pemain dilarang berbagi botol minuman.
    2. Tidak meludah sembarangan.
    3. Menerapkan etika batuk/ bersin.
    4. Tidak melakukan selebrasi berlebihan dengan bentuk berangkulan dan berjarak terlalu dekat antar pemain & ofisial di lapangan
    5. Ofisial dan pemain cadangan yang berada di bench wajib memakai masker.

    Baca juga :  Lepas Atlet Surabaya Menuju PON Papua, Eri Beri Target 54 Medali Emas

     

    SOP Setelah Bertanding:

    1. Dilarang bertukar seragam.
    2. Wasit langsung menuju lingkaran tengah hingga pemain meninggalkan lapangan, tidak ada jabat tangan dengan pemain.
    3. Sebisa mungkin untuk menghindari kontak (jabat tangan), sikap respek antar pemain ditunjukkan dengan saling memberikan aplaus dari kejauhan.
    4. Langsung menuju ruang ganti tanpa berkerumun di area pinggir lapangan dan tunnel. Selain itu, terdapat peraturan yang menekankan perihal sikap suporter karena dilarang masuk stadion.

     

     

    Reporter :
    Penulis : samuel ru'ung
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : Wartatransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan